Kisah nabi-nabi dan kaumnya

Dua pertiga isi kandungan Al Quran merupakan kisah-kisah yang diceritakan agar manusia dapat mengambil pelajaran dari kisah itu.  Kisah nabi-nabi dalam al-Quran sangat banyak pelajarannya yang sebenarnya dapat dikondisikan dalam menjawab permasalahan yang dihadapi manusia saat ini.

Setiap nabi ada kaumnya dan digambarkan dalam Al Quran itu, bagaimana sulitnya dan beratnya  cobaan seorang nabi yang diterima dari kaumnya dalam  mengajak mereka ke jalan Allah. Dalam kisah nabi-nabi tsb juga diceritakan bagaimana beberapa kaum karena kesombongan dan kemampuannya sehingga berpaling dari Allah itu kemudian dihancurkan. Nabi Idris dengan kaumnya yang mulai mampu menemukan ilmu tulis menulis, jahit menjahit dan ilmu Falaq, nabi Nuh As dengan kaumnya yang  ahli pertanian dan perkayuan, nabi Hud dengan kaum Ad’ yang mahir dalam pertanian dan bangunan.

Selanjutnya nabi Luth dengan kaumnya yang menyimpang (homoseks), nabi Sholeh dengan Kaum Tsamud yang sangat kuat dan cerdas, nabi Ibrahim dengan kaum atau raja Namrud yg merupakan kerajaan yang perkasa dan penyembah berhala.  Nabi Musa dengan kaum Firaun dengan kekuasaannya yang tak terbatas dan nabi Syuaib dengan kaum Madyan yang ahli perdagangan namun banyak melakukan kecurangan serta nabi Sulaiman dengan kaum Saba dengan ratu Saba yang memimpin kerajaan yang sangat subur dan kaya.

Dibawah ini adalah cuplikan kisah-kisah nabi dan kaumnya yang ada didalam Al Quran yaitu tentang Kaum ‘Aad dan kaum Tsamud: 

Firman Allah : Adapun kaum ‘Aad maka mereka menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dan berkata: “Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami?” Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah Yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya daripada mereka? Dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuatan) Kami.

Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang sial, karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam kehidupan dunia. Dan Sesungguhnya siksa akhirat lebih menghinakan sedang mereka tidak diberi pertolongan.

Dan adapun kaum Tsamud, maka mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) daripada petunjuk, maka mereka disambar petir azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan.

Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka adalah orang-orang yang bertakwa.(AlFushilat 15-18)

Seiring dengan perkembangan manusia dalam kaum dan kerajaan tersebut wahyu Allah juga berkembang dengan cara memberikan langsung melalui Jibril kepada nabi. Turunnya wahyu adalah disesuaikan dengan keadaan yang dihadapi setiap nabi dan kondisi kekufuran dari kaumnya sehingga menjadikan mereka berpaling tidak mau mengikuti ajaran Allah yang dibawa nabi-nabinya.

Turunnya wahyu Allah melalui proses bertahap yaitu zaman shuhuf (100 shuhuf) yaitu 30 lembar diberikan kepada Nabi Adam As, 60 lembar diberikan kepada Nabi Idris As dan 10 lembar diberikan kepada nabi Ibrahim As. Setelah itu masuk zaman peralihan dari shuhuf ke kitab pada masa Nabi Ibrahim hingga Musa (shuhufi Ibrahima wa Musa).

Setelah zaman shuhuf masuklah zaman kitab dengan 4 kitabnya, Kitab Taurat dibawa Nabi Musa As, Kitab Zabur dibawa oleh Nabi Daud As, Kitab Injil dibawa Nabi Isa As dan Al Quran dibawa Muhammad saw. Dari rincian turunnya wahyu kepada nabi-nabi nyatalah bahwa semua wahyu yang diturunkan merupakan satu kesatuan

Satu kesatuan wahyu yang diturunkan mengikuti proses dan menjawab kebutuhan akan dinamika atau kondisi nabi yang diberi wahyu dengan kaumnya. Lembaran shuhuf yang berjumlah 100, kemudian dihimpun melalui 3 kitab yang ada yaitu Taurat, Zabur dan Injil dan dari 3 kitab terakhir yang diturunkan itu dihimpun dalam kitab suci Al Quran sebagai penyempurna dari semua kitab yang diturunkan.

Sebagai contoh turunnya Al Quran sesuai tafsir Misbach Quraish Shihab adalah menyempurnakan wahyu dari kitab sebelumnya yaitu kitab Taurat yang sudah diputar balikan oleh Bani Israil yang telah menjadi materialistis, Kitab Zabur yang dipermainkan alunan lagunya dengan dalih menyempurnakan syairnya dan kitab  Injil yang oleh umatnya Nasrani menjadi sangat sarat dengan ajaran kerohanian saja.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s