Hati dan harta

hqdefault

Firman Allah : Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (AnNahl : 96)

Letakkan dan posisikan sesuatu pada tempatnya. Bila harta ditempatkan di hati, jika terjadi sesuatu terhadap harta seperti terbakar, kehilangan, rusak, pudar dan sifat fana lainnya dari harta, maka hatipun akan menerima deritanya bahkan bila berat akan merana. Tempatkan harta pada tempatnya, begitu juga hati. Hati yang ditempatkan pada sisi Allah niscaya akan selalu terjaga, tak akan sirna, kekal dan indah selalu.

Karena itu, janganlah harta yang dimiliki itu disimpan di hati. Ada ungkapan yang bagus mengenai hal ini sebagai berikut:

“Rumah yang bagus letaknya di tanah dan kendaraan yang mewah letaknya di tanah, jangan diletakkan didalam hati. Kalau rumah dan kendaraan terbakar habis, tanah akan tetap kembali semula. Bila rumah dan kendaraan disimpan dihati, jika terjadi kebakaran rumah dan kendaraan itu, maka hati akan ikut merasakan sehingga menjadi terbakar, panas, perih dan menyakitkan. Air mata belum tentu dapat memadamkan dan mendinginkananya.

Harta dan emas perak simpanlah dalam peti atau lemari besi yang kokoh, jangan simpan dalam hati. Bila pencuri datang berkunjung maka yang kemungkinan hilang hanya peti atau lemari besinya saja. Kalau disimpan dalam hati, pencuri datang sudah tentu akan terbawa, entah kemana. Bila hati terbongkar dan tercabut dari tempatnya, sudah tentu sakitnya tiada terkira. Karena itu hadirkan hati disisi Allah, niscaya akan terjaga, tak akan hilang  dan kekal serta selalu indah”. (Ilmu Ketuhanan, KH Haderani)

Karena itu letakkan hati pada posisi tertinggi sebagai media atau kontak diri dengan Allah saja. Jangan isi hati atau menempatkan sesuatu seperti kehendak dan kemauan diri, harta, kedudukan dan cinta di hati. Bila itu dilakukan, maka bila harta, kedudukan dan cinta itu hilang maka hati akan ikut merana.

Ali Bin Abi Thalib berkata : Barang siapa bersandar pada harta, ketahuilah bahwa suatu saat ia akan miskin. Barang siapa bersandar pada harga diri, ketahuilah bahwa suatu saat ia akan hina. Barang siapa bersandar pada akalnya, ia akan tersesat. Namun barang siapa bersandar kepada Allah Swt, sesungguhnya ia tidak akan miskin, hina dan tidak akan pernah pula tersesat.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s