hqdefault

Firman Allah : Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (AnNahl : 96)

Letakkan dan posisikan harta itu  pada tempatnya.  Ada 3 cara orang menyimpan harta yaitu :

1. Di tangan

Orang yang menyimpan dunia di tangan menganggap bahwa dunia yang berada digenggamannya bukan miliknya, tapi hanya titipan Allah SWT. Oleh karena itu, ia tidak akan menahannya jika harus dilepas dan tidak akan melepasnya jika harus ditahan. Ada dan tidak adanya dunia di tangan tidak memengaruhi kehidupannya.

2. Di kaki

Orang yang menyimpan dunia di bawah kakinya. Dunia dianggap tidak lebih mulia dari dirinya, sehingga diinjaknya. Dunia tidak dibiarkan mengatur dirinya, tapi ia yang mengaturnya. Baginya, dunia hanya sarana untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, bukan tujuan.

3. Di hati

Orang yang menyimpan dunia di dalam hati meyakini bahwa dunia yang ada digenggamannya semua miliknya, bukan titipan Allah SWT. Akibatnya, dunia sangat memengaruhi kehidupannya. Kebahagiaan dan kesedihannya sangat ditentukan oleh ada dan tidak adanya dunia. Dunia yang hilang, tapi hati yang sakit. Inilah hakikat cinta dunia.

Meletakkan harta di hati inilah yang bahaya karena hati akan mengikuti sifat harta yang mudah hilang, rusak, terbakar pudar dan sifat fana lainnya dari harta, maka hatipun akan menerima deritanya bahkan bila berat akan merana. Tempatkan harta pada tempatnya, begitu juga hati. Hati yang ditempatkan pada sisi Allah niscaya akan selalu terjaga, tak akan sirna, kekal dan indah selalu.

Karena itu, janganlah harta yang dimiliki itu disimpan di hati. Ada ungkapan yang bagus mengenai hal ini sebagai berikut:

“Rumah yang bagus letaknya di tanah dan kendaraan yang mewah letaknya di tanah, jangan diletakkan didalam hati. Kalau rumah dan kendaraan terbakar habis, tanah akan tetap kembali semula. Bila rumah dan kendaraan disimpan dihati, jika terjadi kebakaran rumah dan kendaraan itu, maka hati akan ikut merasakan sehingga menjadi terbakar, panas, perih dan menyakitkan. Air mata belum tentu dapat memadamkan dan mendinginkannya.

Karena itu letakkan hati pada posisi tertinggi sebagai media atau kontak diri dengan Allah saja. Jangan isi hati atau menempatkan sesuatu seperti kehendak dan kemauan diri, harta, kedudukan dan cinta di hati. Bila itu dilakukan, maka bila harta, kedudukan dan cinta itu hilang maka hati akan ikut merana.

Wallahu a’lam

Advertisements