Cara mengatasi kuatir dan was was

700

Firman Allah : barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekuatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (Al Baqarah : 38)

Sifat kuatir dan was was adalah murni milik orang tiada beriman

Dalam kondisi saat ini seseorang yang selalu diliputi rasa takut, cemas, ragu-ragu, kuatir dan was-was menjadi suatu hal yang lumrah dijumpai. Namun bagi orang yang beriman munculnya sifat-sifat ini dalam setiap langkah hidupnya adalah hal yang perlu diwaspadai sebagai sifat yang mengancam keimanannya kepada Allah.

Karena diyakini sifat-sifat demikian memang murni sifat-sifat orang yang tiada beriman. Sifat-sifat yang nyata berasal atau dihembuskan oleh setan agar orang itu tidak memiliki kepercayaan diri sehingga meragukan keyakinan adanya pertolongan Allah kepadanya.

Karenanya, bagi orang mukmin sifat ini jauh ada dihati mereka. Tidak ada ketakutan dan kekuatiran bagi orang Mukmin atau orang yang selalu mendapat petunjukNya, sesuai dengan firman Firman Allah tsb.

Pedoman dan petunjuk Allah menjadi pengukuh tidak adanya kuatir dan was-was

Sebagaimana diuraikan diatas, maka orang mukmin adalah orang akan diberi keyakinan oleh Allah sehingga selalu dilimpahi cahaya kebenaran / mendapatkan petunjukNya dan ketidak mampuan setan menghembuskan sifat itu kedalam dadanya.

Kepercayaan diri orang mumin itu tiada lain, karena orang mukmin memiliki panduan atau pedoman yaitu Al Quran dan Assunah dimana tidak ada keraguan sedikitpun mengenai kebenarannya.

Orang yang memiliki pedoman, sudah tentu langkah hidupnya akan mantap, pasti selalu yakin dan jauh dari keragu-raguan seperti kuatir dan was-was.

Firman Allah : Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (Albaqarah :155).

Kuatir dan Was-was dalam keseharian dan cara mengatasinya

Kuatir dan was was sesungguhnya akan membuat hati menjadi tidak fokus, hilangnya kepercayaan diri sehingga  niat dapat tergelincir atau rusak. Kuatir dan was was di hati juga hanya menyita dan menghabiskan waktu. Tanda tanda diri menjadi gelisah tidak tenang dan menjadi susah untuk tidur.

Faktanya dari banyak kekuatiran dan was-was yang ada dibenak kita, nyatanya tidak semua yang terwujud atau berujung pada kenyataan.

Nabi Saw memberikan tuntunan dalam menghadapi bisikan was-was, terutama terkait iman dan cara mengelakkannya:

Abu Hurairah Ra berkata : Rasulullah saw bersabda : Setan datang pada tiap orang dan bertanya (berbisik) : siapakah yang menjadikan ini? siapakah yang menjadikan itu? sehingga bertanya: Siapaka yang menjadikan Tuhanmu? apabila sampai disini, maka hendaklah membaca : Taawudz : Audzu billah minassyaitonirojim, dan menghentikan suara bisikan itu (dengan tidak melayaninya) (Bukhari,Muslim)

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s