tijah-salim-kancil-3oke-5618ac314123bd2d13f2001c

Segala perbuatan manusia akan mendapat ganjaran yang setimpal sesuai apa yang diperbuatnya. Perhitungan Allah sangat teliti pasti tercermin keadilannya kepada setiap hambanya. Dalam beberapa kitab diuraikan mengenai segala akibat dari perbuatan seseorang seperti :

Allah tidak pernah menyia nyiakan kebaikan seseorang, sebagaimana Allah tidak akan pernah membiarkan keburukan seseorang berlalu begitu saja tanpa balasan dari Nya.

Sementara dalam Al Quran adalah merujuk pada FirmanNya : (Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah. (Annisa : 123)

Dari ayat itu menjadi jelas bahwa Allah itu adil dan setiap perbuatan ada konsekuensinya. Beberapa perbuatan salah dibawah ini membawa konsekuensi sendiri sendiri :

  • Salah kodrat , berakibat celaka yang wanita ingin jadi laki-laki atau sebaliknya atau merubah sesuatu terkait dengan  fisiknya.
  • salah perbuatan berarti dosa…
  • salah pilih berarti kecewa….
  • salah menilai orang berakibat dengki…
  • salah asuh menjadikan seorang anak durhaka…
  • salah jalan menjadikan sesat….
  • dstnya.

Dalam bertobat mengetahui kesalahan dan akibatnya adalah salah satu syarat tobat disamping mengucapkan astaghfirullah dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi.

Orang yang baik dalam Islam bukanlah orang tidak berbuat salah dalam kehidupan, melainkan orang yang berusaha mengembalikan diri untuk tidak lagi berbuat salah dari kesalahan yang dilakukannya. Dan mereka tidak akan terjatuh pada 2  lubang atau kesalahan yang sama.

Selanjutnya Dari Anas Ra ia berkata, bahwasanya Rasulullah Saw telah bersabda:

Setiap anak adam itu berbuat salah. Sebaik-baik orang yang berbuat salah ialah yang bertaubat (HR Attirmidzi, Ibnu Majah)

Wallahu a’lam

Advertisements