Kaitan Hati, Akal dan Nafsu

ab179625-9341-440a-abf2-7cf5ad8905c1_169

Setelah membahas fungsi Hati dan Akal, lalu bagaimana dengan Nafsu?. Awalnya saya suka terbalik-balik menyatakan bahwa sesuatu dorongan itu berasal dari akal padahal nafsu atau  dorongan hati padahal murni nafsu.  Dalam mencari kebenaran logika manusia menyukai perumpamaan dan contoh yang ada disekitarnya agar cepat menjadi paham dan mengerti.

Ada hal yang paling mudah melihat keterkaitan ketiganya seperti  perumpamaan diri kita adalah sebuah kereta kencana, sebuah bahtera atau bagian dari strategi perang. perumpamaan sebagai kereta kencana adalah sebagai berikut:

Diri sebagai kereta kencana

Kereta Kencana ibarat jasad dan Hati kita yang akan diminta untuk bersafari dari satu kota ke kota tujuan akhir. Hati telah menginfokan informasi yang cukup kepada diri mengenai  arah dan tujuan perjalanan dalam sebuah peta.

Untuk mencapai tujuan  dibutuhkan sais yang handal yang memiliki kapasitas dalam menguasai kereta kencana dan mampu mengatasi berbagai rintangan dalam perjalanan. Sais itulah yang diibaratkan sebagai  akal kita. Sebagai penggerak kereta kencana dibutuhkan kuda-kuda yang terlatih dan kuat.  Kuda-kuda inilah yang diibaratkan sebagai nafsu-nafsu kita.

Dibawah kendali saislah kuda-kuda ini diatur untuk dapat menarik kereta kencana sesuai dengan arah tujuan yang dikehendaki. Bila kuda-kuda ini binal dan liar dan tidak patuh terhadap perintah sais sudah tentu kereta kencana  tidak akan bergerak dengan baik. Kereta itu dapat menjadi oleng dan mungkin terhempas dan hancur sebelum mencapai tujuannya.

Dalam Al Quran ada surat khusus yang menerangkan Kuda-kuda sebagai perumpamaan nafsu dalam  Al Adiyat surat ke 100 dengan 11 ayatnya. Perumpamaan 3 kuda nafsunya yaitu amarah, lawamah dan supiah tergambar pada 3 ayat pertamanya

Firman Allah : Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah,dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya) dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi,(Al adiyat 1-3)

Diri sebagai bahtera

Dalam perumpamaan sebagai sebuah bahtera,  bahwa Allah telah menyiapkan bahtera kepada setiap penumpang yaitu manusia. Setiap penumpang dengan bahteranya diperintahkan untuk berlayar melintasi samudera kehidupan.

Kala berlayar dari pelabuhan awal hingga tujuan akhir pasti penuh dengan goncangan, ombak, badai yang dapat membuat bahtera oleng atau terhempas. Karena itu pengetahuan terkait bahtera, samudera dan penumpang wajib dipahami agar bahtera selalu dapat dikendalikan dan diarahkan pada jalur yang benar sehingga dapat berlabuh di tujuan akhir dengan selamat.

Penumpang atau manusia yang baik adalah yang selalu dipimpin oleh akal dan ketetapan hatinya, mampu mengendalikan bahteranya hingga selamat sampai tujuan, sehingga tidak terombang-ambing pada kemauan bahteranya. Gelombang samudera adalah ibarat dahsyatnya cobaan hidup yang dihadapi manusia dalam upaya mengarungi itu.

Peta navigasi perjalanan harus bersumber pada pedoman yang jelas yaitu Al Quran dan al hadis yang menggambarkan secara jelas mengenai keberadaan dirinya, bahteranya,  gambaran samudera yang akan dilalui dan peta tujuan akhir dari bahtera atau akhirat agar tidak tersesat.

Diri sebagai bagian dari strategi peperangan

Perumpamaan untuk  menjelaskan kaitan hati, akal dan hawa nafsu, adalah seperti yang diambil dari ucapan salah satu khalifah, Abubakar RA:

“Beruntunglah orang yang menjadikan akalnya sebagai panglima dan menjadikan hawa nafsunya sebagai budak-budaknya”

Dalam kaitan dengan ucapan Abubakar ra tsb, sheik Nawawi al bantani mengatakan :

“Berbahagialah orang yang sanggup menjadikan akalnya sebagai pemimpin bagi dirinya dan menjadikan hawa nafsunya sebagai tawanan dan celakalah orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai pemimpin bagi dirinya dan menjadikan akal sebagai tawanannya”.

Wallahu a’lam

One thought on “Kaitan Hati, Akal dan Nafsu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s