Gus Dur dan pelajaran yang didapat dari sepakbola

gus-dur-kiai-yang-gila-bola-rev-1

Islam mengajarkan bahwa apapun yang ada dan terjadi di bumi ini dapat diambil pelajaran bagi yang mau berpikir dan berakal. Beberapa permainan olahraga  bila diamati dan pelajari ternyata sarat dengan ajaran dan banyak filosofinya, sebagai contoh adalah sepakbola.

Dengan sepakbola beberapa hal  dapat dijelaskan seperti  Ukhuwah Islamiyah  dan kondisi politik pada masa Gus Dur sebagai Presiden RI kala itu.

Sepak bola dan Ukhuwah

Membangun Ukhuwah ibaratnya seperti permainan bola. Pemain harus mengikuti strategi pelatih untuk tahu masing2 posisi dan perannya. Dalam bermain tidak terlalu banyak ribut.2, namun sigap dan cekatan saat mendapat operan bola.

Tidak bermain sendiri dengan tidak berlama dengan bola. Mengerti tujuan bola kemana harus diarahkan. Harus berbagi dengan yg lain tidak bisa bawa bola sendiri, harus team work, tidak bisa menang sendiri dan ingat aturan main krn adanya wasit dan pengawas pertandingan …

Begitupula team saat mendapat tekanan saat pemain melakukan tindakan yang mempengaruhi mental dan amarah, harus tetap tenang. Bila kepancing selain bermain tidak tenang juga mudah tersulut sehingga mendapat kartu kuning atau merah dari wasit. Bila kartu merah team pemainnya berkurang dan akan merugikan.

Sepakbola dan politik

Pengetahuan terkait sepakbola ini sangat mahfum dimiliki oleh mantan Presiden RI, KH Abdurahman Wahid. Bahkan ada buku berjudul Gus Dur dan Sepakbola yang berisi kolom tulisan beliau diharian kompas.

Gus Dur menyatakan bahwa sepakbola tidaklah sebatas games semata, melainkan dapat dipakai sebagai alat analisa melihat suatu keadaan. Ada penonton, pemain, pelatih dan wasit dimana semuanya saling terkait dan dijadikan teropong dalam kehidupan kita baik dalam percaturan politik, sosial maupun budaya.

Melalui pengetahuan sepakbolanya, beliau dapat menjadikan itu sebagai dasar pijakan analisa kondisi pemerintahan dan politik dalam negeri kala itu. Seorang penulis di Kompas Romo Sindu pernah terlibat polemik dengan beliau terkait taktik dan strategi sepakbola yang menunjukkan keluasan pengetahuan beliau mengenai sepakbola.

Menurut Romo Sindhu, Gusdur itu setara dengan pelatih Johan Cruift, penuh dengan konsep dan ide dengan melahirkan sistem yang selalu kreatif dan berkembang sehingga sukar diprediksi oleh lawan. Karena itu untuk pemainnya haruslah kemampuannya berada diatas rata-rata untuk dapat memahami instruksi Johan Cruiff.

Begitu juga halnya dalam Pemerintahan, Gus Dur menyatakan bahwa  aparat pendukungnya dipemerintahan mendukung dirinya  hanya dari kelas rata-rata. Karena itu mereka  belum mampu mengikuti konsep dan ide yang diberikan Gus Dur kepada mereka.

JADI indahkan dan jelas bahwa apa yg ada apapun pasti memberi pelajaran itibar bagi orang yang berpikir dan berakal…jgn malu kalo Ukhuwah Islamiyah atau hal apapun harus belajar dari Bola.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s