Apa itu ayat mukhamat dan mutasyabihat?

al-quran-muhkam

Ayat-ayat al Quran itu di bagi dua yaitu yang bermakna tersurat disebut Mukhamat dan bermakna tersirat atau Mutasyabihat. 

Ayat muhkamat yaitu ayat al Quran yang mudah dipahami karena jelas tidak perlu ditafsirkan. Sedangkan Mutasyabihat adalat ayat-ayat al Quran yang didalamnya terdapat kata-kata yang kurang jelas maksudnya sehingga menimbulkan penafsiran yang berbeda-beda. Untuk mengatasinya supaya tidak terjadi kekeliruan mufasir mencari penjelasannya di dalam hadist Nabi Saw, bila tidak ada didalam hadist, maka boleh berijtihad.

Karena itu dalam menafsirkannya/ta’wil ayat mutasyabihat, maka tidak boleh sendiri-sendiri tetapi harus menjadi satu kesatuan dengan ayat muhkamatnya. Disandingkannya pengertian ayat yang tersirat dengan yang tersurat akan nampak keindahan dan meningkatnya keteguhan hati iman kita kepada Allah SWT.

Bila hati condong hanya menggunakan pengertian pada ayat Mutasyabihat dikuatirkan akan mengarah pada kesesatan, namun sebaliknya bila hanya digunakan ayat mukhamat maka pengamalan ayat akan terasa kehampaan dan kehambarannya.

Firman Allah: Dialah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah.

Dan orang-orang yang mendalami ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami”. Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.(Ali Imran ayat 7)

Karena itu Al-Quran dapat dipahami oleh semua tingkatan akal sesuai ilmu yang dimiliki tiap orang dan kita menjadi  mengerti istilah ulama dulu bahwa ayat-ayat Alquran itu bersayap karena dapat dita’wilkan maknanya dengan sangat luas.

Nabi saw meminta umatnya agar berhati-hati mentakwilkan ayat-ayat mutasyabihat karena tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah dan pengetahuan tentang itu ada pada sisiNya.

Aisyah RA berkata: Rasulullah membaca surat Ali Imran ayat 7 itu, kemudian Nabi bersabda: Jika anda melihat orang orang yang mengikuti mutasyabihat itu, maka merekalah yang dimaksud oleh Allah dan kalian harus berhati-hati dengan mereka (Bukhari Muslim)

Namun demikian dengan sifat maha luasnya karunia Allah kepada hambanya, juga tidak menutup kemungkinan ada seorang hamba yang dikehendaki Allah dikaruniakan dapat menangkap tanda-tanda dan isyaratNya akan pengertian dari ayat-ayat Mutasyabihat itu.

Keluasan makna ayat-ayat Al Quran tsb sudah tentu  dapat menimbulkan berbagai penafsiran yang mengarah pada perdebatan. Perdebatan terkait ayat-ayat Al Quran sebaiknya di hindari sebagaimana Nabi bersabda:

Bacalah Al Quran, selama hatimu bersatu, maka apabila berselisih dalam memahaminya, maka bubarlah kamu (yakni jangan sampai meruncing perselisihannya) (Bukhari Muslim)

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s