Makna keutamaan berjalan kaki dalam shalat jumat

jalan kaki

Disunahkan agar kita shalat Jumat dengan berjalan kaki bukan berkendaraan dan pahala jumatan dihitung berdasarkan jumlah langkah kaki menjadi suatu hal yang menarik. Saat ini selesai Jumatan di kota-kota besar menjadi  masalah hiruk pikuknya  pengaturan kendaraan disekitar Mesjid.

Memang tidak dilarang untuk menggunakan kendaraan ke Mesjid, namun alangkah baiknya kita memahami dan yakin pasti ada makna dari apa yang telah disunahkan Rasululullah tsb.  Kalangan Ulama menilai dengan berjalan kaki menunjukkan sikap kerendahan hati/tawadhu kita dengan sesama dan dengan berjalan kaki akan terlahir tegur sapa dan mengingatkan orang-orang disekitarnya yang dilaluinya lewat langkah dari rumah ke Mesjid. Bila banyak yang berjalan kaki akan menjadi suatu bentuk syiar Islam.

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa hari jumat adalah hari raya bagi umat Islam. Dalam Kitab Bulughul Maram, kaitan dengan hari raya nabi Saw memang menganjurkan umat Islam untuk berjalan kaki seperti disampaikan:

Ali ra ia berkata: Termasuk ajaran sunnah keluar ketempat shalat hari raya dengan berjalan “.

Begitu juga sebagaimana riwayat Jabir ra disamping berjalan dianjurkan juga untuk pergi dan pulang dengan jalan yang berbeda sebagaimana  diriwayatkan:

Jabir ra: Rasulullah Saw di waktu hari raya mengambil jalan lain (HR Bukhari).

Apa yang dapat diambil hikmah dari hadis itu adalah dengan  berjalan kaki dan mencari jalan yang berbeda kala pergi dan pulang tiada lain adalah bentuk dari syiar Islam.

BIla demikian, saya ingat selama 4 tahun hidup bersama Komunitas Yahudi di AS, mereka mempraktekkan amalan ini. Walau mereka kaya punya mobil mewah namun pada waktu ke tempat ibadah/Synagog selalu berjalan kaki dengan keluarganya, tetangganya beriringan dan saling menghampiri. Jaraknya yang ditempuh iringan yahudi menuju tempat ibadah juga tidak dibilang dekat tetapi  lumayan jauh.

Pemandangan orang-orang Yahudi yang berjalan kaki menuju tempat ibadah selalu saya perhatikan dari jendela rumah…indah sekali persaudaraan dan kadang senda gurau ditampilkan mereka selama perjalanan itu. Dengan begitu saya kuatir yang punya Sunnah adalah Umat Islam tetapi yang mempraktekkan adalah Umat lain.

Wallahu a’lam..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s