Dinding/hijab Hati karena manusia sendiri

hati-bersih

Sesungguhnya tidak ada dinding/hijab yang menghalangi antara Tuhan dengan hati manusia…namun manusia itu sendirilah yang menutupi/membuat dinding/hijab pada  hatinya dari Tuhan.

Dalam hal ini sebagai manusia harus berpikir positif bahwa setiap orang memang memiliki hati yang bersih. Pengertian manusialah yang menyebabkan hatinya terhalangi dari Tuhan,  dapat dipahami kira kira dari unsur manusia yang manakah? dari unsur Hati, Akal dan Nafsu,

Bila dikaji terkait unsur-unsur pada diri manusia, terkuaklah bahwa sudah pasti arahnya pada keberadaan  nafsu yaitu orientasi manusia sendiri yang berlebihan kepada Tahta, Harta dan Wanita yang membuat dinding/hijab pada Hati manusia.

Firman Allah SWT : Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (Ali Imran : 14).

Dalam kitab Alhikam disebutkan hal demikian bahwa sesungguhnya setiap diri telah dianugerahi hati yang bersih dan cemerlang, masalahnya dirinyalah karena tidak pandai atau tidak mengerti merawatnya telah menjadikan hati kotor dan tiada bersinar.

Cahaya hati tidak bersinar tiada lain karena ada sesuatu yang menghalangi mata hati yaitu sesuatu yang bersifat kebendaan dan dirinya menjadi budak dari hawa nafsunya.

Hal ini disampaikan oleh Ibnu Athaillah yang mengatakan :

Bagaimana mungkin hati akan cemerlang, sedang gambaran dari semua keadaan terlalu dekat pada lensa mata hatinya atau bagaimana mungkin akan bisa menuju Allah sedang dia sendiri menjadi tunggangan nafsu syahwatnya. (Al Hikam).

Dalam kitab Nashaihul Ibad disampaikan mengenai  sebab terjadinya hijab hati dari dalam yaitu  :

  • Keingkaran atau kekufuran
  • karena kebodohan atau tiadanya ilmu
  • prasangka buruk
  • terlalu sibuk urusan dunia

Bila 4 hal ini dapat diatasi masih ada hal yang mengintai yaitu munculnya penyakit hati seperti riya untuk pamer, ujub yaitu bangga dengan ibadah yang dilakukan, sum’ah mengharap pujian dan puas diri dengan ilmu (dari sheikh Muhammad Nafis bin Idris al Banjarie)

Jadi kesimpulannya hijab lebih dikarenakan perbuatan manusia itu sendiri diantaranya akibat diri banyak memperturutkan hawa nafsu dengan berbuat dosa.

Sabda Nabi : Bahwasanya orang mukmin apabila mengerjakan sesuatu dosa, timbulah suatu titik hitam dihatinya. Jika ia bertobat menjauhkan diri dari dosa itu seraya memohon ampunan, maka bersihlah hatinya kembali. Tetapi jika ia menambah dosanya, hatipun bertambah hitam hingga seluruhnya menjadi gelap. Itulah yang menutupi hati, telah diterangkan Allah dalam kitabNya: Tidak, sekali tidak, sebenarnya hati mereka telah ditutupi oleh dosa-dosa yang mereka lakukan (HR An Nasai)

Rasulullah Saw pun juga senantiasa memohon ampun walau beliau telah mencapai status hamba yang terampuni (Maksum) dan sebagai kekasih Allah yang sangat dicintai Allah, harusnya refleksi permohonan ampun tsb lebih banyak tertuju pada diri kita sesuai Hadist Nabi berikut:

Sabda Nabi : Bahwasanya hatiku sering benar tertutup, karena itu aku selalu memohon ampunan kepada Allah setiap hari seratus kali.(HR Muslim)

Wallahu a’lam

One thought on “Dinding/hijab Hati karena manusia sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s