Keutamaan Jalan fakir dan penghambaan dalam menuju ridhoNya

mencari ridho

Banyak jalan menuju keridhoan Tuhan laksana jumlah bintang dilangit, namun ada jalan yang pasti yaitu jalan yang dilandasi hati yang sangat fakir dan butuh akan ridho Tuhannya dan jalan penghambaan atau ubudiyyah  kepadaNya.

Jalan kefakiran

pengertian fakir disini tidak harus menjadi miskin, orang kayapun dapat  disebut fakir. Namun demikian tidaklah mudah menjadi fakir, karena kebanyakan orang tidak kuasa menghadapinya dan cenderung mengingkari kalo dirinya itu fakir.

Ibnu Qoyyim menyampaikan firman Allah:

‘Wahai manusia, kamulah yang butuh kepada Allah, dan Allah Dialah yag maha Kaya (Tidak memerlukan sesuatu) lagi maha Terpuji (Al Fathir: 15).

Dalam ayat ini Allah SWT, menerangkan bahwa kefakiran (kebutuhan) para hamba kepadaNya ada sesuatu yang bersifat essensi dan intrinsik bagi mereka, menjadi bagian inti dari diri mereka yang sama sekali tidak bisa terlepas dari diri mereka. Sebagimana Allah SWT, maha Kaya dan maha Terpuji juga hal yang bersifat intrinsik bagi dzatNya.

Kemahakayaan dan kemahaterpujian Allah SWT adalah sebuah keniscayaan yang tertetapkan untukNya dan menjadi sifat Intrinsik DzatNya, bukan sesuatu yang bersifat ekstrinsik yang disebabkan oleh adanya faktor eksternal

Dengan kata lain seorang hamba tidak mungkin melainkan ia pasti fakir, dan Allah SWT, tidak mungkin melainkan Dia pasti Maha Kaya, Sebagaimana hamba tidak mungkin melainkan ia pasti adalah seorang hamba, dan Rabb tidak mungkin melainkan Dia pasti adalah Rabb.

bagi hamba Fakir yang dekat denga ridho Illahi digambarkan secara lugas oleh Ibnu Athailah dalam bukunya al Hikam bahwa jalan mencapai ridhonya hanya dapat ditempuh melalui ke fakiran, bukan sebaliknya dengan diri bangga atas kekayaan dan kehebatan  dirinya.

Ibnu Athailah : Kekuasaan dan kekayaan Tuhan yang tak terbatas hanya bisa diraih oleh orang-orang yang mapan dalam kefakiran diri dan penyandaran total kepada rezeki dan rahmatNya.

Tetaplah berada dalam belantara kefakiran dirimu, maka langit akan menurunkan hujan rahmatNya padamu. Sesungguhnya ketenggelaman dan ketiadaan adalah realitas hakiki dari diri, serta pengetahuan perihal ini adalah fondasi makrifat (Al Hikam, Ibn Athaillah)

Jalan penghambaan

Bila Fakir telah diperoleh maka jalan penghambaan atau ubudiyyah kepadaNya dengan namaNya baik yang zahir maupun batin akan melahirkan orang yang arif yang berhasil mengkombinasikan semua bentuk peribadatan dan penghambaan zahir maupun batin.

Ubudiyyah menghendaki keterlepasan secara total dari melihat dan memperhatikan sebab, serta dari sikap hanya memandang atau mempertimbangkan sebab. Juga menghendaki pandangan dan kesadaran total bahwa segala sesuatu adalah tidak lain hanya semata-mata karena murni karunia dan rahmat Allah SWT.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s