Cara mengenali dan mengendalikan unsur dalam diri

2015 CinemaCon - Walt Disney Studios Presentation

2015 CinemaCon – Walt Disney Studios Presentation

Man arofa Nafsahu, Faqod arofa Robbahu artinya siapa yang mengenal dirinya, pasti akan mengenal Tuhannya.

Mengenal unsur dalam diri

Dalam film kartun inside out digambarkan seseorang bernama lirey yang berusaha memandu unsur-unsur emosi dalam dirinya yang terdiri dari Joy (senang) Sadness (sedih), Fear (takut) anger (marah) dan Disgust (jijik) dalam satu babak perjalanan hidupnya.

Unsur emosi mungkin masih ada lagi namun itu dapat diperankan dengan baik dikala emosi berhadapan dengan orang lain dan berhadapan dengan lingkungan yang baru. Komunikasi antara unsur-unsur emosi ini sangat intens tergantung peliknya orang yang dihadapi dan masalahnya.

Dalam kaitan ini dibutuhkan figur Riley yang mampu memimpin  atas emosi baik yang mengarahkan pada hal positif maupun yang negatif. Walau ini berupa film kartun, namun filosofinya mengena untuk mengetahui betapa kompleks unsur-unsur diri yang salin berkomunikasi, kadang kooperatif dan kadang inkooperatif tergantung seseorang memandang kepentingannya.

Bila diperhatikan Unsur dalam diri ini bila ditelusuri menguasai diri dan hanya sebagian kecil yang terwujud melalui suatu tindakan. Walau film ini berasal dari filosofi barat, namun sedikit banyak ini dapat lebih mudah menjelaskan bagaimana unsur diri dengan aneka unsur itu merupakan karunia Allah yang patut disyukuri dalam seseorang menempuh perjalanan hidupnya

Pengenalan diri menurut Islam

Pengenalan diri menyangkut 2 hal yaitu

  1. pertama, pengenalan eksistensi diri dengan memahami unsur-unsurnya secara utuh baik fisik dan jiwa yang terdiri hati, akal dan nafsu dan
  2. kedua adalah kaitan diri atau manusia itu sendiri dengan makhluk yang lain atau lingkungannya sebagai sesama ciptaan Tuhannya.

Bila pemahaman 2 hal didapat diperoleh kesadaran secara haq bahwa sejatinya manusia adalah objek dan Tuhan adalah Subyek. Terkait dengan sesama, diperoleh kesadaran haq bahwa sebagai sesama manusia harus pandai bersilaturahmi, saling menghormati dan tidak boleh meniadakan orang lain, harus mengakui atas kuasa Tuhan antara satu kadang diberi kelebihan atas lainnya.

Begitu juga dalam bersikap dengan musuh-musuh manusia golongan Azazil, yaitu Iblis, Setan, Jin. Syukurnya Tuhan tidak melihat rupa dan fisik, tetapi bagaiman amal perbuatan seseorang. Hanya orang bertaqwa dan beramal sholeh yang dijamin Tuhan bahwa tidak ada kekuatiran dan kesedihan terhadap mereka.

Pengenalan diri sebagai awal pengendalian diri

Agama pada hakekatnya adalah berisi pengendalian diri. Dari pengenalan diri, manusia dapat dengan mudah melakukan pengendalian atau penguasaan diri, tidak tertipu mana hidayah/petunjuk atau mana tipu daya setan, mana yang haq mana yang batil, semuanya menjadi jelas bagi yang memiliki sinar hati iman  (nurul Qulub).

Dalam segala hal,  manusia akan selalu  melakukan penguasaan diri lebih dulu sebelum menguasai orang lain dan sinar Hatinya akan menyinari segala perbuatannya menjadi amal sholeh yang disukai Tuhan dan sesamanya. (Kitab Maghfirotul Qulub 2)

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s