Jadi

images 3

Sesungguhnya orang miskin yang dihatinya selalu cukup adalah orang kaya, karena dalam kemiskinan seseorang sesungguhnya terdapat kekayaan hati. Jadi kekayaan tidak mesti identik dengan banyaknya uang dan harta. Merasa cukup dengan pemberian Allah, tidak rakus dan tidak serakah terhadap hal hal keduniaan merupakan ciri manusia manusia kaya yang sebenarnya.

Dari Abu Hurairah r.a. berkata bahwasanya Nabi SAW bersabda: “Bukannya yang dinamakan kaya itu karena banyaknya harta tetapi yang dinamakan kaya (yang sebenarnya) ialah kayanya jiwa.”

Dengan demikian bila kita mendapati orang miskin namun masih mampu berbagi sebenarnya dia termasuk orang yang kaya. Berbagi atau bersedekah dengan sesama  bagi orang miskin tidaklah harus dengan harta tetapi dapat dilakukan dengan menolong orang lain, menyingkirkan halangan di jalan (memudahkan urusan orang), memberi nasehat dan perkataan yang baik dan bahkan tersenyum.

Firman Allah : “Dan Dia menjumpaimu dalam keadaan tidak memiliki sesuatu apapun, kemudian Dia memberi kekayaan (kecukupan) kepadamu” [Adh-Dhuha: 8].

 

Dari Abdullah bin Amr bin Al Ash, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda:

“Sungguh berbahagialah orang orang yang telah menyerahkan dirinya untuk diatur Allah, dan rezekinya cukup memadai serta Allah memberikan kepuasan kepadanya terhadap apa yang telah dikaruniakan Nya itu (HR Muslim)

Sheikh Nawawi al Bantani mengatakan : Terimalah dengan senang hati rezeki yang Allah berikan padamu, niscaya kamu menjadi orang yang paling kaya.

Sebaliknya orang kaya yang enggan atau sulit berbagi dan dihatinya selalu kurang sesungguhnya adalah orang miskin.

Wallahu a’lam

Advertisements