Perumpamaan Qalam (pena) sebagai pencatat amal seseorang

1302-WP-Calligraphy-by-Alayna-Pixabay

Allah sangat menyukai memberikan pelajaran kepada manusia dengan memberikan berbagai perumpamaan agar manusia semakin mudah mengerti dan paham. Ada 2 perumpamaan terkait catatan amal manusia yaitu Qalam (pena) dan sebagai sebuah buku sebagai berikut :

Manusia sebagai Qalam (pena)

Apa itu Qalam? Qalam adalah pena dalam bahasa arabnya. Tidak berat bagi Allah untuk mencatat semua amal perbuatan tiap-tiap diri dari milyaran manusia di muka bumi ini. Tuhan melalui malaikatnya akan terus mencatat perbuatan amal manusia dengan cara perhitungan yang sangat teliti dan tidak ada yang luput dari perhitungannya.

Rasulullah bersabda : Sesungguhnya apa yang pertama kali diciptakan Allah adalah Qalam. Lalu Allah berfirman kepadanya : ‘Tulislah” Lalu Qalam berkata : Ya Rabb. apa yang harus hamba tuliskan? Lalu ketika itu Qalampun menuliskan qadar; apa yang yang ada dan yang akan ada hingga hari kiamat.

Karena dalam menulis amal perbuatan itu, sesungguhnya manusia juga sebagai qalam yang dengan gerak amal perbuatannya seseorang itu dapat menulis sesuatu dengan qalamnya dalam lembaran putih hidupnya.

Dengan kata lain sesungguhnya panca indera dan anggota tubuh kita sendiri adalah berfungsi sebagai qalam yang mencatat secara atomatis gerak perbuatan kita, bagaimana telinga digunakan untuk mendengar, bagaimana mata untuk melihat, bagaimana mulut untuk bicara, bagaimana lidah untuk merasakan,  begitu juga bagaimana tangan dan kaki digunakan.

Firman Allah : “Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan”.(Annur: 24).

Firman Allah : “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”.(Al Isra: 36)

Firman Allah : “Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan”.(Al Fushilat : 22)

Dari perbuatan yang dilakukan diri itu atau yang kita catatkan itu akan muncul rekaman sebagai buku catatan amal perbuatan  yang nanti akan dipertanggungjawabkan tiap-tiap diri di hari kemudian.

Qalam menuliskan amal perbuatan seseorang dalam sebuah buku

Cover depan sebuah buku sudah tentu awalin kita yaitu kelahiran kita sedang cover belakang adalah akhirin yaitu kematian kita.

Tiap lembarnya didalam buku adalah berisi amal perbuatan yang dilakukan setiap harinya, karenanya ada orang yang terbaik bukunya karena banyak amalnya dan adapula yang jelek karena sedikit amalannya. Dari bentuk amal yang dilakukan itu baik dan buruknya, sudah tentu  ada buku yang menarik dibaca dan sama sekali tidak menarik.

Satu hal yang pasti sekali tertulis, maka tidak akan pernah dapat dihapus apalagi diubah. Namun demikian seburuk apapun amal yang telah dilakukan, Allah menyediakan halaman berikutnya yang putih bersih, baru dan tiada cacat untuk diisi.

Itu artinya dalam kehidupan, Allah selalu memberi kesempatan kepada manusia untuk selalu melakukan perbuatan yang benar dan sesuai ridhoNya, Mengisinya terus dengan perbuatan baik dari hari kehari dan dengan terus berharap bahwa Allah menyertai langkah kita.

Pertanyaannya kemudian : “Siapkah kita dengan perhitungan dari amal perbuatan yang sudah dilakukan?. Hasibu anfusakum qobla antu hasabu. “Hitung Hitunglah dirimu sebelum kamu dihitung”.

Semuanya dilakukan agar saat halaman terakhir ditutup, kita dapati catatan diri sebagai pribadi yang berkenan dihadapanNya dan buku itu dapat dijadikan teladan bagi anak-anak kita dan siapapun yang membacanya kelak.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s