Jauhkan sifat iri

santri-tpa-al-muhtadin-sedang-belajar-mengaji-foto-koleksi-am-azzet

Di kisahkan seorang kiyai sangat menyayangi salah seorang dari para santrinya katakan dia itu Ahmad.

Kondisi ini membuat iri teman2nya sesama santri. Kiyai mengetahui keadaan ini, kemudian mengumpulkan semua santrinya dan berkata: ” santriku saya ingin agar kalian dapat memotong ayam yg sdh disediakan, namun potonglah ditempat yang tidak diketahui orang lain”.

Bergegaslah para santri dengan ayamnya, ada yang memotong ayam di tengah hutan, didalam gua, menunggu gelap di malam hari, pokoknya tidak ada orang yang melihat. Di tengah sibuk2nya santri mencari tempat, Ahmad hanya bisa terdiam dan memutuskan menyerah dari perintah Kiyainya.

Hari berikutnya semua dikumpulkan, semua santri dengan bangga melaporkan bahwa pemotongan ayam telah dilakukan dan tidak ada seorangpun yang tahu. Sebaliknya Ahmad melaporkan bahwa dia gagal melakukan pemotongan dan siap menerima hukuman karena tidak mematuhi perintah Kiyainya. Mendengar itu santri lainnya menjadi senang.

Lalu Ahmad melanjutkan ucapannya: ” mungkin saya bisa memotong ayam tanpa diketahui siapapun, namun apa iya saya bisa memotong tanpa sepengetahuan Tuhan Maha pencipta, bersembunyi dimanapun pasti akan terlihat juga”

Mendengar itu Kiyai sangat terkesan dengan jawaban itu dan berkata pada santri2 lainnya: “Betulkan kalau Ahmad ini lebih ilmunya dari kalian dan pantas kalau saya lebih menyayanginya”. Mendengar itu semua para santri akhirnya menyadari perbuatannya untuk tidak iri pada Ahmad.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s