1126609306_53a11b0f94

Kisah ini sudah lama sekali saya dengar dari guru ngaji di kampung dan diambil dari surat Albaqarah. ” bahwa sebenarnya umat pilihan yang diharapkan Allah SWT adalah Bani Israil “. Pilihan Allah ini adalah nyata dilihat dari segi apapun mereka lebih unggul, pintar dan  cerdas yg hingga kinipun diakui” .

Firman Allah : Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu dan Aku telah melabihkan kamu atas segala umat. (Albaqarah : 122)

Lanjutnya,  Pilihan Allah SWT kepada bani Israel berubah dikala kejadian Bani Israil berhasil diselamatkan Allah SWT dari kejaran Firaun menyebrangi lautan yang terbelah. Mereka aman tiba diseberang sementara Firaun yang mengejar terkubur karena lautan yang terbelah kembali menyatu.

Kemudian Nabi Musa mendapat perintah Allah SWT untuk segera membawa umatnya melanjutkan perjalanan ke tanah suci. Namun Nabi Musa AS gagal membujuk umatnya untuk melanjutkan perjalanan, mereka akhirnya memilih  menetap dan lebih menyukai untuk menyembah sapi betina (albaqarah).

Firman Allah : “Sesungguhnya Musa telah datang kepadamu membawa bukti-bukti kebenaran (mukjizat), kemudian kamu jadikan anak sapi (sebagai sembahan) sesudah (kepergian)nya, dan sebenarnya kamu adalah orang-orang yang zalim” (Al-baqarah:92)

Setelah beberapa generasi, tersiar kabar adanya nabi terakhir yaitu Muhammad SAW yang ternyata bukan dari kaumnya, tetapi dari bani Quraish yang akhirnya diamanatkan Allah untuk menjaga kota Suci Mekah. Allahpun menetapkan Umat Muhammad sebagai umat pilihan dan agama Islampun disempurnakan.

Bani Israel pun mengetahui dan muncullah kecemburuannya terhadap umat Muhammad dan berkata: ” Seandainya kaum kami mengikuti ajakan Musa AS untuk melanjutkan perjalanan untuk berhijrah ke tanah suci, tentulah kaum kami yang menjadi umat pilihan dan penjaga kota suci”. Kecemburuan ini berlangsung hingga kini, antara Bani Israil dan Umat Muhammad Saw.

Wallahu a’lam

Advertisements