Sejatinya sayang itu selalu lebih banyak dari benci

cinta-dan-benci

Hidup adalah kenyataan tidak seperti yang diharapkan tetapi adalah seperti yang dijalani.

Musibah kesulitan dan kegalauan hati sering mendorong orang untuk menjadikan diri benci kepada lingkungan termasuk keberadaan orang lain. Persoalan yang menimpa dirinya sering di anggap bahwa lingkungan dan orang lain ikut membencinya.

Akibat diri  terlalu banyak menyalahkan lingkungan dan orang lain, padahal itu jelas-jelas bisa terjadi karena kesalahan dirinya semata. Wujudnya adalah kemudian menyendiri dan tidak mau menerima perhatian dan bantuan orang lain. Sah sah saja untuk menyendiri demikian namun itu tidak menyelesaikan masalah.

Dalam kaitan ini hendaknya diri obyektif dan jujur dalam melihat masalah yang dihadapi. Tanyakan sejujurnya di hati, bahwa lingkungan dan orang lain itu tidak seperti yang kita gambarkan.

Terpuruk bagaimanapun kita yakinlah selalu saja ada orang yang  mau memperhatikan kita dan yakinlah bahwa orang yang menyayangi dirimu adalah lebih banyak daripada yang membencimu.

Gambaran orang yang membenci lebih banyak karena adanya persepsi diri yang cenderung memberi perhatian lebih kepada orang yang membenci diri kita dari yang menyayangi kita. Diri nyata sekali bereaksi berlebihan terhadap orang yang membenci padahal jumlahnya hanya beberapa, sebaliknya diri hirau kepada orang yang menyayangi.

Sekali lagi coba deh jujur dan obyektif pada diri hitung berapa orang yang sayang dan berapa yang tidak atau membencimu. Masih lebih banyak yang sayang kan?

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s