Keutamaan selalu berprasangka baik kepada Allah

prasangka-allah

Berprasangka baiklah kamu terhadap Allah dan janganlah pernah putus asa dari rahmatNya. Karena itu meyakini Tuhan dengan sikap yang baik dan positif (Husnudzon) akan membuat Tuhan tidak akan pernah berlaku negatif terhadap hambaNya.

Tiada sesuatu kejadian yang terjadi secara kebetulan, pasti semuanya sudah dalam lingkup Kekuasaan dan kehendakNya (Qudrah dan Iradat). Semua yang terjadi, baik yang baik dan yang buruk sudah melalui izinNya, tiada yang dapat luput. Setiap kejadian betatapun pahitnya pasti selalu ada hikmahnya. Yang perlu dilakukan setiap diri adalah hanya menerima dengan sabar baik dalam kesempitan maupun dalam kelapangan.

Ini adalah hadis sebagai gambaran mengenai betapa dekatnya karunia Allah kepada hambaNya yang selalu berperasangka baik kepadaNya.

Dari Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabda:

Allah berfirman: Aku selalu mengikuti bagaimana sangkaan hambaKu kepadaKu. Dan Aku selalu menolongnya selama ia ingat kepadaKu.

  • Jika ia ingat kepadaKu dalam hatinya, maka Aku ingat padanya dalam diriKu…
  • Jika ia ingat padaKu ditengah rombongan maka Aku juga ingat padanya ditengah rombongan yang lebih baik dari rombongannya.
  • Jika ia mendekat padaKu sejengkal..maka Aku mendekat kepadanya  sehasta…
  • Jika ia  mendekat padaKu sehasta…maka Aku  mendekat kepadanya sedepa…
  • Jika ia  datang padaKu dengan berjalan kaki..maka Aku akan mendekati kepadanya  dgn berlari…(HR Bukhari dan Muslim)

Menjadikan diri selalu memiliki prasangka baik tidak lepas dari kemampuan diri dalam membuat hati menjadi bersih dan cemerlang (Nurul Qulub). Hati yang bersih dan cemerlang adalah laksana cermin yang akan memantulkan secara obyektif dan jujur semua limpahan dan karunia  dan rahmat yang Allah berikan kepada diri.

Kasih sayang dan rahmat Allah akan menjadi jelas terlihat walau diri sedang menghadapi ujian dan musibah yang berat sekalipun. Dengan begitu dirinya akan selalu berprasangka baik kepada Allah.

Sebaliknya bila hati kotor, maka hati akan menjadi cermin yang rusak, dengan begitu apapun yang baik dari Allah apalagi itu dari manusia akan dipantulkan jelek dan menyimpang dengan menjadikan dirinya tiada bersyukur dan larut dengan kemuliaan yang diperolehnya.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s