Bercermin dengan melihat kekurangan dan kelebihan orang lain

mirror

Cermin hati melihat beberapa hal sebagai berikut :

1. Cermin untuk melihat kekurangan orang lain

Ubahlah cara pandang dan keinginan untuk selalu melihat kesalahan orang lain itu sebagai sebuah pelajaran bukan  menjadikannya sebagai bahan olok-olok dan gunjingan. Saat ini kesalahan orang lain menjadi hal yang mengasyikkan, mejadikan bahan tertawaan dan bahan sensasi yang paling menarik media. Kesalahan orang menjadi bahan gunjingan yang menjurus ghibah tanpa diusahakan mencari kebenarannya.

Membicarakan kesalahan orang lain akan menjadi-jadi bila ada kecenderungan hati tidak suka, merasa tersaingi sabagai bagian dari sifat dengki dan iri. Bahagia melihat orang lain susah dan susah hatinya melihat orang lain senang.

Ada perumpamaan bahwa dengan menunjuk kesalahan orang dengan jari telunjuk, sebenarnya jari yang lainnya yang jumlahnya lebih banyak adalah mengarah ke diri sendiri. Siapa yang suka mencela dan mengolok-olok orang lain niscaya akan diserupakan dengan yang dicela dan di olok-olok . Ini adalah sebab akibat dan nyata terlihat dalam kehidupan nyata. Orang yang beriman akan hati-hati untuk tidak melakukan hal ini.

Firman Allah: Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.

Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.(Alhujurat:11)

Iman Al Gazali menyampaikan pentingnya menjadikan kesalahan orang lain untuk dijadikan cermin bagi diri. Karena itu dianjurkan untuk bergaul dengan banyak orang di segala lapisan. Kesalahan orang akan semakin jelas nampak, bila diri juga mampu melihat celanya sendiri. Karena sebenarnya sifat-sifat diri tiadalah jauh berbeda dengan orang lain, bisa jadi lebih buruk lagi.

 Seorang ahli hikmah berkata bahwa antara diri dan lingkungan ada cermin, maka bila diri masih dilingkungi atau masih selalu didekatkan kepada orang yang salah atau kemaksiatan, itu adalah refleksi  yang sesungguhnya kalau diri memang belum mampu melepas dari kesalahan atau kemaksiatan seluruhnya.

Ubahlah hal itu dengan cara  bersyukur karena dengan rahmat Tuhanlah diri  menjadi terhindar tidak seperti orang yang berbuat kesalahan itu dan segera jadikan hal itu  sebagai pelajaran sekiranya diri melakukan hal yang sama. Karena diri kita juga belum tentu lebih baik dibanding orang tsb bila diuji oleh Tuhan dengan kesalahan itu.

Pemahaman cermin serupa ini hanya ditujukan kepada orang yang sportif dalam artian mau melihat kekurangan diri namun tidak untuk orang yang selalu merasa dirinya paling benar.

2. Cermin untuk melihat kelebihan orang lain

Dalam hal ini seseorang harus memiliki cermin yang bersih didalam hatinya, sehingga bayangan atau pantulan cermin akan sama atau sesuai apa yang dibalik cermin. Cermin yang tidak bersih sudah tentu akan menimbulkan pantulan yang tidak nyata dan cenderung buruk.

Seorang yang memiliki hati yang bersih bak cermin, tentu akan senang dan bersuka cita bila saudaranya sesama muslim berhasil. Dalam dirinya sudah terpatri dalam hati bahwa keberhasilan dan kegagalan seseorang merupakan hasil dari kesungguhannya, hasil dari kesabarannnya dan hasil dari perjuangannya sehingga dia dapat menuai benih atau hasil dari usahanya.

Karena itu seorang mukmin akan jauh dari sifat dengki dan iri hati dalam melihat orang lain. Dirinya akan terpacu dan termotivasi untuk berusaha sebagaimana orang itu. Senang melihat orang lain susah dan susah melihat orang lain senang sudah tentu tidak ada didalam dirinya.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s