miskinan adalah salah satu kond

5-fakta-di-balik-makin-banyak-jumlah-orang-miskin-di-indonesia

Kemiskinan seperti halnya ketakutan dan kecemasan serta kesusahan adalah hal yang wajar kerap melanda setiap manusia dalam menjalankan kehidupannya di dunia. Dengan kemiskinan dan hal buruk lainnya telah menjadikan seseorang itu sadar bahwa manusia itu sejatinya memang tiada berdaya dan Allah yang memampukan.

Seorang yang jatuh miskin jadi mudah mengingat Allah dibanding seseorang yang selalu dilimpahi kekayaan. Kekayaan sering membuat seseorang menjadi lalai dan lupa diri sehingga menjauhkan dirinya dengan Allah.

Di lain pihak kemiskinan kerap dipakai sebagai cobaan yang digunakan setan untuk menguji keimanan diri apakah tetap bertawakal pada Allah. Karena itu seorang yang miskin lebih mudah sadar untuk bangkit dibanding seseorang yang diberikan cobaan kekayaan.

Satu hal yang berbahaya Miskin juga dekat dengan kekufuran yaitu sifat yang tidak menerima terhadap yang diberikan Tuhan lawan katanya adalah syukur. 

Cara melawannya tidak lain adalah dengan banyak bersabar. Karena itulah setan menguji manusia dengan kemiskinan tsb. Namun yakinlah pada kenyataannya banyak orang yang dapat mengatasi ujian kemiskinan daripada ujian kekayaan/kemuliaan.

Firman Allah : “Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.(Albaqarah: 268)

Saat diri miskin selain sabar hendaknya dapat bersifat qonaah yaitu sifat yang puas dengan yang diterimanya lagi rela menurut apa yang sudah ditetapkan Allah kepadanya yang sudah tentu tidak meninggalkan ikhtiar.

Sabda Nabi : Inilah tingkat orang miskin/fakir terbaik, yang amat dicintai oleh Allah dari sekalian hambanya adalah orang Miskin/faqir yang qoni’ (qonaah) dengan rezekinya (HR Ibnu Majah)

Wallahu a’lam

Advertisements