Tolaklah kejahatan dengan cara yang lebih baik

dzalim

Suatu hal yang lumrah jika kebaikan dan kejahatan bersanding di dunia. Kebaikan dan kejahatan juga bersanding dalam diri dan acapkali kita melakukan perundingan dan negosiasi dengan kejahatan yg ada dalam diri untuk suatu perkara. 

Adanya kejahatan juga sebagai bukti bagi mukmin untuk terus mengupayakan kebaikan karena sesungguhnya tidak ada manfaat walau sedikitpun suatu kejahatan kecuali hanya mendorong diri pada kehancuran.

Bila Mukmin  mampu mengatasi dan mengendalikan kejahatan dalam dirinya yang tidak terlihat, logikanya tentu mudah untuk menghadapi kejahatan yang kasat mata diluar dirinya.

Lalu bagaimana caranya menghadapinya kejahatan diluar diri?..

Dalam menghadapi kejahatan tsb saya teringat pandangan Hamka seorang yang kuat dalam memegang prinsip agama namun luwes dalam cara. Hamka dapat diterima disemua golongan tidak saja Islam namun disegani golongan lain yang tidak sejalan/jahat.

Islam mengendepankan jalan tengah dan dengan cara yang baik dalam menghadapi kejahatan. Cara yang baik tidaklah berarti lembut namun bisa juga keras tergantung yang dihadapi. Islam juga memiliki kehati-hatian dalam menilai orang yang berbuat kejahatan, karena bisa jadi diri tidak lebih baik  dari orang yang melakukan kejahatan.

Dengan demikian, terhadap kejahatan itu, bukan berarti umat Islam bebas melaknatinya, menghujatnya, namun tetap memiliki belas kasihan sebagai sesama ciptaan Allah, karena bisa jadi itu lantaran kebodohan dan ketidak tahuannya semata sehingga dirinya berbuat kejahatan.

Firman Allah: “Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.(Alfussilat 34-35)

Panduan mukmin lainnya terhadap keburukan orang lain, agar santun dan fleksibel  juga terdapat dalam hadist dibawah ini:

Sabda Nabi Saw : Seorang mukmin yang  bergaul dengan banyak orang, lalau dia bersabar dengan prilaku buruk mereka, lebih baik utama daripada mukmin yang tidak bergaul dengan banyak orang dan tidak bersabar dengan prilaku buruk mereka. HR Bukhari dan Ahmad).

Wallahu a’lam


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s