Ka'bah

Labaika Allahumma Labaika, labaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wanni’matalaka walmulka, laasyariika laka……
Aku taati panggilan Mu Ya Allah, aku penuhi, aku penuhi dan tidak ada sekutu/serikat bagiMu dan aku taat kepadaMu, sesungguhnya segala puji, nikmat dan Kerajaan itu kepunyaanMu, Tidak ada sekutu bagi Mu……

Bacaan menjawab panggilan Allah diatas sangat menggetarkan hati. Haji adalah rukun Islam ke lima. Umat Islam dari berbagai penjuru dunia hadir di kota suci Mekah untuk memenuhi panggilan Allah SWT. Sedih juga jikalau ada orang yang tidak berhaji karena belum ada panggilannya,

Padahal jelas panggilan Allah ini telah diserukan sejak  masa nabi Ibrahim. Kala itu nabi Ibrahim meragukan apakah seruannya untuk berhaji dapat  terdengar, maka langsung Allah menjawab “Berserulah, maka Akulah yang  akan menyampaikan”.

Firman Allah : “Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku’ dan sujud.Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. (surat Alhaj 26-27)

Haji adalah laksana berkunjung ke rumah Allah/Baitullah. Layaknya sebagai Tuan rumah, Dia  akan menyam­but baik dan menyenangkan tamuNya  selama tamu tulus bertamu, bersikap wajar, tawadhu  dan ber- ucap yang baik.

Haji juga ibarat akhirat kecil dimana Tuhan menunjukkan ganjaran seseorang yang sesuai dengan perbuatannya, orang yang baik biasanya dimudahkan, sedangkan yang suka berbuat jelek juga ditunjukkan dengan berbagai kesulitan.

Banyak cerita dari orang berhaji mengenai hal tersebut, hanya orang yang sportif akan berani menceritakan sepulangnya dari haji dan menjadikannya sebagai bekal untuk segera memperbaiiki diri.

Wallahu a’lam


Advertisements