Bagaimana senda gurau Rasulullah Saw

canda nabi 1

Firman Allah : Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu. (Muhammad: 36).

Innamal Hayatat dunya laghibun walaghwun : Sesungguhnya kehidupan dunia ini adalah senda gurau”. Karena itu janganlah terlalu serius dalam hal dunia, karena Nabi saw menghadapinya dalam beberapa hal dengan bergurau seperti kisah dibawah ini.

Dikisahkan Rasulullah sedang berbuka puasa dengan para sahabatnya. Rasul dan sahabatnya telah mendapatkan porsi kurma sebagai ta’jil pembuka puasa. Kemudian Umar makan dengan lahap, beberapa butir kurma tandas dimakannya.

Karena dihadapan Rasulullah, Umar malu mengakuinya kalau dia banyak makan kurma.Lalu terpikirlah olehnya untuk menggeser biji-biji kurma kepunyaan Umar ke arah Rasulullah, sementara dihadapan Umar kosong.

Melihat itu Rasulullah hanya tersenyum. Umar berkata “Lihatlah sahabat kalau Rasulullah paling banyak menghabiskan kurma, lihat biji kurma banyak dihadapan beliau”. Rasulullulah kemudian menjawab: “lihatlah sahabat bagaimana rakusnya Umar memakan kurma saja dengan biji-bijinya”. Tergelaklah kemudian semua sahabat mendengar itu.

Senda gurau berikutnya adalah dikala Rasulullah juga pernah berkutbah disuatu mesjid, judul ceramah adalah mengenai surga.

Rasulullah berkata: “Tidak akan masuk surga yang namanya orang tua”. mendengar itu semua jamaah tersenyum kecuali orang tua. Mereka protes sekaligus sedih hatinya karena tidak diperkenankan masuk surga.

Kemudian Rasulullah tersenyum dan berkata untuk menenangkan para orang tua dan berkata: “Tenanglah, bukan maksudnya orang tua tidak dapat masuk surga, ya tentu dapat sesuai dengan amal perbuatannya. Di surga memang nantinya hanya berisi orang muda, karena semua orang tua akan dimudakan kembali dan wujud rupanya juga akan lebih cantik dan rupawan dari didunia”

Gurauan lain ada diriwayat yang diceritakan sahabat.

Suatu hari, seorang perempuan datang kepada beliau lalu berkata: “Ya Rasulullah, naikkan saya ke atas unta”. Rasulullah berkata: Aku akan menaikkan engkau ke atas anak unta saja. “Ia tidak mampu”, kata perempuan itu. Rasulullah tetap menjawab : “Tidak, aku tetap naikkan engkau ke atas anak unta”. sekali lagi perempuan menjawan: “ia tidak mampu”. Para sahabat yang ada disitu geli mendengar debat tsb dan menerangkan pada perempuan itu: Bukankah unta itu juga anak unta?.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s