Butuh Nyali dan Ingatan kuat bila berbohong

Buya Hamka menyampaikan bahwa perbuatan bohong butuh beberapa syarat agar berhasil dalam berbohong :

1. Orang itu harus memiliki mental baja, berani, tegas dan tidak ragu-ragu untuk berbohong
2. Tidak pelupa akan kebohongan yang diucapkannya
3. Harus menyiapkan bahan-bahan perkataan bohong untuk melindungi kebenaran bohongnya yang pertama.

Contoh adalah sebagai berikut: ada seorang teman bertanya kepada temannya, ” Tadi hari Jumat shalat dimana?”Si Teman yang ditanya sebenarnya tidak shalat Jumat, namun karena malu, dia berbohong, lalu menjawab di : ” di Masjid Agung”. Si teman yang bertanya kembali bertanya: ” Di lantai mana kau Shalat?”. Yang ditanya kembali menjawab : “Di Lantai bawah”. Bertambah lagi bohongnya. ” Saya juga dilantai bawah, kok tidak bertemu ?”. Dengan mantap yang ditanya menjawab ” Saya di shaf paling belakang”. Dari situ dapat disimpulkan berapa kali orang itu melindungi bohongnya, berapa kali dia menambah bohongnya agar si teman percaya. (Buku Ayah Kisah Buya Hamka)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s