Kenali dan pilah-pilah masalah sebelum mengatasinya

Orang modern identik dengan selalu dirundung masalah. Dengan teknologi dan kemudahan komunikasi saat ini menjadikan manusia telah menjadi bagian dari masalah itu sendiri. Logikanya teknologi itu diciptakan untuk memudahkan manusia dalam melihat masalah, namun kenyataanya sebaliknya, manusia terus kerepotan.

Mengenali masalah

Islam dikenal tertib, disiplin, teliti untuk mendudukan masalah/persoalan pada posisinya. Dalam menyelesaikan masalah diantaranya selalu mencari jalan tengah, mendahulukan berpikir dahulu dalam berbuat, tidak tergesa-gesa, bersungguh-sungguh terhadap apa yang sudah diamanatkan Allah kepadaNya. Teladan telah dibuktikan bahwa tiada seorangpun yang pandai mengelola masalah sebaik Rasulullah saw lakukan.

Ada beberapa cara praktis untuk melihat masalah dengan memilah-milah masalah yang ada.  Agar efisien dalam mengelola masalah/perkara perlu pembagian sebagai berikut:

1. Masalah/perkara yang memang harus ditangani segera, tidak boleh ditunda-tunda
2. Masalah/perkara yang dapat ditunda
3. Masalah/perkara yang tidak perlu difikirkan /  diabaikan.

Untuk masalah 1 sudah jelas hati, pikiran harus fokus untuk dapat menyelesaikannya, namun untuk 1 dan 2 berikan perhatian seperlunya saja, karena banyak masalah yang kemudian selesai karena sudah ada pihak atau orang lain yang menyelesaikan atau memang masalah itu selesai karena waktu (menjadi kadaluarsa masalahnya).

Untuk yang ke 3 sebaiknya tidak perlu begitu memperhatikan, karena dampaknya tidak langsung dan sifatnya menyita waktu, sehingga dikuatirkan dapat mengalihkan perhatian kita terhadap masalah yang sebenarnya. Orang meributkan masalah ke 3 karena kuatir kalau dibilang ketinggalan berita atau tidak update saja.

Dari kitab Tanbihul Ghafilin menyebutkan 3 perkara / masalah yang tidak perlu difikirkan yaitu :

  1. Jangan kamu fikirkan tentang kemiskinan, karena itu akan menyebabkan kamu menjadi risau dan menambah kerakusan
  2. Jangan kamu fikirkan tentang kedzaliman orang lain terhadap dirimu, karena akan menambahkan kekerasan hatimu dan kedengkianmu serta itu akan berlanjut terpeliharanya amarahmu
  3. Jangan kamu berfikir untuk kekal dalam perkara dunia, karena itu akan mendorong kamu untuk menumpuk harta dunia dan menunda amal ibadahmu sehingga melalaikan akhirat.

Kunci mengatasi masalah adalah sabar dan tidak tergesa-gesa

Kunci utama menangani masalah adalah sabar dan menghindari ketergesaan. Ali bin Abi Thalib memberikan nasehat sebuah perumpamaan antara sabar dan permasalahan sebagai berikut :

Ketahuilah bahwa sabar itu jika dipandang dalam permasalahan seseorang ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan menjadi rusak.

Wallahu a’lam

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s