Memahami Takdir dan Nasib

takdir-bisa-diubah_20150426_143805

Perkara ini adalah hal yang sangat sulit, dan karenanya bila benar hanya datang dari Allah, jika salah mestinya dari kebodohan saya semata.

Dalam perihal takdir, sesuai peristiwa Awalin kejadian manusia, bahwa manusia sebelum diturunkan kedunia telah ditetapkan 4 takdirnya yaitu rezeki, jodoh, ajal, bahagia dan celakanya. 4 hal ini murni rahasia Allah.

Dipihak lain dalam perihal Nasib Allah memberikan keleluasaan dan kebebasan untuk manusia untuk merubah nasibnya sesuai dengan kadar kemampuan yang dimilikinya.

Dari 2 pengertian ini, yang pertama  terdapat unsur kepasrahan (Fatalisme) untuk manusia agar selalu mengikuti ketetapanNya, Tuhan sebagai obyek dan manusia sebagai Subyek. Sementara pengertian kedua mengacu dengan diberikannya manusia akal dan pikiran sehingga diberi daya atau kemampuan untuk merubah nasibnya. Dalam hal ini manusia diberi subyek, namun sebagai subyek fana.(terbatas)

Lalu bagaimana penerapannya? Secara sederhana menjadi demikian:

Rezeki : Allah menetapkan rezeki kepada makhluknya tak terkecuali burung-burung dan binatang melata yang bergerak lambat sekalipun mendapatkannya. Takdirnya manusia itu juga demikian pasti mendapat rezeki, hanya mengenai banyak tidaknya seseorang mendapatkan  rezeki itu adalah bagaimana nasibnya manusia sendiri mengusahakannya.

Jodoh : Alah menjadikan segala sesuatunya berpasangan termasuk laki-laki dan wanita, agar dapat saling kenal mengenal dan menjadikan tentram antara satu sama lainnya yang diikat dengan perkawinan. Takdirnya manusia itu untuk mendapatkan jodoh, namun soal mendapatkan pasangan yang baik atau tidaknya (sholeh atau sholehah) atau kapan waktunya adalah tergantung nasibnya dalam mengupayakannya.

Ajal / maut: Ajal/maut bila datang tidak dapat ditangguhkan waktunya atau dimajukan walau sedetikpun. Takdirnya manusia itu pasti menemui ajalnya, namun soal kapan waktunya dicabut / ajalnya itu dalam keadaan baik (husnul khotimah) atau buruk (su’ul khotimah) adalah bagaimana nasibnya dalam mengikhtiarkannya.

Bahagia dan Celaka : Takdirnya manusia adalah mendapatkan bahagia dan celaka, namun soal mana yang lebih banyak datang bahagia atau celakanya tergantung pada nasib manusia mengupayakannya. Tidak ada  bahagia dan celaka ditimpakan oleh Allah  kecuali atas IzinNya. Sabda Nabi: “Tidaklah setiap kejadian dan peristiwa yang dialami seseorang kecuali atas izin Allah (HR Attirmidzi dan Ibnu Hibban)

Dalam hal mengatasi ketentuan takdir ke 4, ada beberapa  referensi ayat dan hadis yang menyatakan  bahwa doa, sedekah, tobat dan perbuatan baik  mampu menolakkan takdir yang buruk yaitu:

  • Doa seorang hamba dapat menolak bencana sebagaimana Sabda Nabi saw: “Barangsiapa hatinya terbuka untuk berdo’a, maka pintu-pintu rahmat akan dibukakan untuknya. Tidak ada permohonan yang lebih disenangi oleh Allah daripada permohonan orang yang meminta keselamatan. Sesungguhnya do’a bermanfa’at bagi sesuatu yang sedang terjadi dan yang belum terjadi. Dan tidak ada yang bisa menolak taqdir kecuali do’a, maka berpeganglah wahai hamba Allah pada do’a”. (HR Attirmidzi dan Hakim).
  • Sedekah dapat menolak murka Allah seperti Nabi bersabda saw : “Obatilah orang-orang yang sakit dari kalian dengan sedekah. Sesungguhnya sedekah itu dapat meredam murka Allah, dan menolak kematian yang buruk” (HR Tirmidzi). Nabi juga bersabda, al-shadaqah tadfa’ul bala’ (sedekah itu meredam bencana).
  • Orang yang selalu bertobat sebagaimana Firman Allah : Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun (Al Anfal: 33).
  • Dengan perbuatan baik sebagaimana Firman Allah : Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula) (Arrahman : 60)

Wallahu a’lam

 

7 thoughts on “Memahami Takdir dan Nasib

  1. Sedikit ingin berbagi tentang bagaimana takdir Allah bekerja untuk kita adalah dengan memahami pola struktur geometri bangunan Ka’bah dan pola susunan Al Qur’an serta pola gerak Asmaul Husna yang dapat di baca pada : http://www.polaruangalquran.blogspot.com pada tulisan berjudul : manhaj al bait al atiq
    Yang pada intinya takdir Allah itu meliputi segala sesuatu, namun Takdir Allah bukanlah sebuah garis lurus melainkan sebuah RUANG yang tersusun dari begitu banyak garis yang saling bersimpangan dan saling mempengaruhi.

    • sdr eiyvan…alhamdulillah masukannya memberi pencerahan bahwa masalah takdir dan nasib memang bukan hal yang sederhana, masih banyak rahasia yang harus diungkap mengenai hal itu.

  2. كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

    “Allah telah mencatat takdir setiap makhluk 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim no. 2653, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash).

    Kalau memang takdir sdh Alloh tetapkan, untuk apa lagi kita berbuat, toh Alloh sdh tetapkan nanti masuk surga atau neraka?

    عَنْ عَلِىٍّ – رضى الله عنه – قَالَ كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – فِى جَنَازَةٍ فَأَخَذَ شَيْئًا فَجَعَلَ يَنْكُتُ بِهِ الأَرْضَ فَقَالَ « مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ وَقَدْ كُتِبَ مَقْعَدُهُ مِنَ النَّارِ وَمَقْعَدُهُ مِنَ الْجَنَّةِ » . قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلاَ نَتَّكِلُ عَلَى كِتَابِنَا وَنَدَعُ الْعَمَلَ قَالَ « اعْمَلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ ، أَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ السَّعَادَةِ فَيُيَسَّرُ لِعَمَلِ أَهْلِ السَّعَادَةِ ، وَأَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الشَّقَاءِ فَيُيَسَّرُ لِعَمَلِ أَهْلِ الشَّقَاوَةِ » . ثُمَّ قَرَأَ ( فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى * وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى ) الآيَةَ .

    Artinya: “Ali radhiyallahu ‘anhu berkata: “Pernah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalllam pada sebuah jenazah, lalu beliau berdiam sejenak, kemudian beliau menusuk-nusuk tanah, lalu bersabda:

    “Tidak ada seorangpun dari kalian melainkan telah dituliskan tempatnya dari neraka dan tempatnya dari surga”.

    Para shahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, kenapa kita tidak bersandar atas takdir kita dan meninggalkan amal?”,

    Beliau menjawab: “Beramallah kalian, karena setiap sesuatu dimudahkan atas apa yang telah diciptakan untuknya, siapa yang termasuk orang yang ditakdirkan bahagia, maka akan dimudahkan untuk mengamalkan amalan penghuni surga, adapun siapa yang ditakdirkan termasuk dari dari orang yang ditkadirkan sengsara, maka ia akan dimudahkan untuk mengamalkan amalan penghuni neraka”.

  3. Saya kurang memahami takdir dan nasib seseorang .apabila pernyataan diatas bahwa manusia sebelum lahir sudah ada ketentuannya,kalau memang benar sudah ditentukan allah SWT,berarti allah sudah menyiapkan ketentuan tersebut,pertanyaan saya : apakah manusia yg mskin emang sudah ditakdirkan harus miskin,apakah orang kaya ditakdirkan harus kaya,kalau emang manusia sudah ada dalam ketetapannya harus kaya,berarti manusia kya tersebut sudah ga perlu kerja lagi,karena sudah dijamin ketentuannya dalam arti diam aja ga mikirin usaha.Pertanyaan kedua:surga dan neraka allah ciptakan bagi umat dialam jagat raya ini,kalau orang sudah ada dalam ketentuan harus masuk surga,berarti orang tersebut ga perlu lagi harus beribadah,apakah begitu?Kami mohon untuk penjelasan nya terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s