Sukses seseorang adalah bagaimana kesungguhannya

155241-0_663_382

Manjadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh niscaya akan memetik buah dari hasil kesungguhannya. Soal kesungguhan ini merupakan wujud Tuhan yang maha pemurah kepada manusia yang akan memberikan apapun hasil terhadap apapun yang menjadi kesungguhannya kepada setiap manusia, apapun golongannya.

Sementara seorang mukmin harusnya dapat lebih meyakini hal ini untuk giat dan bersungguh-sungguh dalam kehidupan dan penghidupannya, seraya terus berdoa dan memohon kekuatan dan petunjukNya.

Seorang mukmin harus memahami bahwa beribadat bukan hanya terkait ibadah dhohir seperti dengan shalat, zakat, puasa, namun perbuatan untuk menuntut ilmu, bekerja menghidupi keluarga dan memberikan yang terbaik buat lingkungan dsbnya adalah juga ibadah.

Suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri, betapa banyak manusia yang telah menjadi hamba sahaya dari tubuh kasarnya sendiri yang selalu mengiming-iming agar tidak perduli dengan yang halal. Nafsu akan memperturutkan kepuasan perut dan jasmani. Dalam keadaan begini, Hati akan menangis karena terseret dengan hal keduniaan.

Namun tidak semua manusia demikian, yaitu orang yang masih memiliki kesungguhan sambil terus berdoa dan berharap.  Keimanannya mendorong untuk terus berusaha mendapatkan rezeki yang halal.

Terkait dengan hal ini ketekunan dan kegigihan untuk slalu menggantungkan pada rezeki Allah menjadi sangat relevan ditengah keadaan dunia yang dipenuhi dengan praktek ketidak jujuran dalam mencari rezeki.

Ketekunan dan keuletan seorang mukmin ini dikenal dengan istilah Mujahadah. Dalam bermujahadah ini faktor cara untuk mendapatkan rezeki atau kebutuhan ini lebih diutamakan daripada mendapatkan hasil. Oleh karena itu kebutuhan yang didapat dengan cara yang baik pasti hasilnya akan berkah dan nyaman digunakan serta nilainya dimata Allah pasti berbeda.

Berbeda dengan yang dilakukan golongan lain yang melakukan dengan cara yang tidak baik dengan menghalalkan segala cara. Rezeki yang mereka dapat bisa jadi memang lebih banyak, namun bisa jadi tidak berkah.

Karena itu lakukan pekerjaan dengan sungguh sungguh jangan setengah-setengah. Mengerjakan sesuatu setengah-setengah menunjukkan keragu-raguan dan ragu ragu adalah salah satu sifat munafik. Orang Mukmin juga harus yakin bahwa Rezeki atau perbedaharaan di sisi Allah adalah tidak terbatas.

Dan karena itu yakinlah kalau rezeki halal lagi berkah itu pasti lebih banyak jumlahnya dari rezeki yang haram. Allah maha tahu dan adil untuk selalu mendahulukan hambaNya yang selalu bersungguh-sungguh dan  gigih mencari rezeki yang berada di sisiNya atau rezeki yang halal.

Nabi saw bersabda: Sesungguhnya tangan Allah itu penuh, tidak berkurang sebab diberikan. Tahukah kalian apa yang diberikanNya sejak Dia menciptakan langit dan bumi. Sesungguhnya apa yang ada di tangan kananNya itu tidak berkurang dan singgasanaNya diatas air. Dan ditanganNya yang lain ada limpahan atau timbangan yang naik turun. (HR Bukhari)

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s