Memahami Tingkatan dalam Islam

syariat-tariqat-hakikat-dan-marifat-alam-diri-big

Dalam Islam kita mengenal Syareat, Tarekat, Hakekat dan Makrifat. Secara sederhana 4 bagian ini  adalah tingkat seseorang dalam memahami Islam. Ke 4 bagian ini adalah merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Gugur salah satunya berarti gugur pula keseluruhannya.

Pertama, Syareat menyangkut tata hukum karena agar tertib memang manusia perlu diatur dan ditata. Syareat menyangkut ilmu Fiqh, Ilmu Adab dan lain lain. Orang Islam pada tingkat Syareat adalah baru dalam taraf melaksanakan pokok-pokok ajaran Islam belum sampai memahami arti tujuan hukum yaitu hakikat kebenaran.

Kedua, Tarekat adalah cara atau jalan mencapai tujuan yaitu kebenaran. Pokok ajarannya adalah dengan memperbanyak Zikir kepada Allah (Dzikrullah). Beberapa tarekat adalah Tarekat Qodariah, Tarekat Sadzaliyah, Tarekat Naqsabandiyah, Tarekat Rifaiyah.

Pengikut Tarekat dikenal dengan Salik, sedangkan caranya adalah Suluk. Cara dalam tarekat adalah Khalwat, Muraqabah, Muhasabah dan Mujahadah, sedangkan gurunya disebut Mursyid. Dasarnya adalah Firman Allah:

Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).( Al Jin:16).

Ketiga, Tingkatan selanjutnya adalah Hakikat, yaitu tingkatan untuk mencari kebenaran hidup dan kehidupan. Orang Islam pada tingkatan ini selalu berkesadaran bahwa semua yang diciptakan Allah SWT memiliki hakekat, seperti hakekat diri, hakekat alam. Dalam pencapaian hakekat sangat bergantung pada Hidayah dan kemampuan akal dan hati yang diberikan Allah SWT kepada seseorang.

Keempat, Makrifat adalah tingkatan orang Islam yang sudah memiliki kesadaran penuh bahwa dirinya adalah makhluk fana yang sangat bergantung, serba kekurangan dan lemah berhadapan dengan Allah SWT sebagai yang kekal pemilik sifat dari seluruh kesempurnaan, kebesaran, kekuasaan dan keperkasaan.

Pada tingkatan ini diri sudah merasakan kehadiran, pertemuan (Mulaqiyah, Muhadharah, Muwajahah) dengan  Allah SWT.

Firman Allah: Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik (al-Ankabut: 69).

Makrifat ini adalah inti ajaran Tasawuf. Tingkatan Makrifat adalah Musyahadah (menyaksikan) dan Mukasyafah (terbukanya Tirai Rahasia), mengenai mana yang lebih dulu antara keduanya masih ada perbedaan diantara para ulama. (disarikan dari buku Ketuhanan, KH Haderani)

Wallahu a’lam

21 thoughts on “Memahami Tingkatan dalam Islam

    • Assalamualaikum wr.wb. Saudara Reey hanz, banyak uraian mengenai apa dan siapa itu manusia, yang jelas manusia adalah hamba atau objek dari Tuhan dan Tuhan adalah Subyek. Manusia dibuat sebagai sesempurnanya makhluk dan cara mempertahankannya adalah meletakkan kodrat dan jati dirinya dibawah penghambaan kepada Allah bukan sebaliknya menentangNya dengan lebih mengikuti dorongan hawa nafsunya.
      Itulah golongan manusia yang beriman yang amal perbuatannya harus didasarkan pada ilmuNya, dijalankan dengan mengikuti hukumNya dan yang penting semuanya diletakkan diatas ridhoNya sebagai wujud kemutlakan Qudrat dan Iradat Allah.
      Wassalamualaikum

  1. terima ksih jwabanx uztadz.
    truz apa isi dri kandungan haditz qudsy brikut ustadz:man kharajannaftsil bighoirilillahita’ala fahuwe maayyidun mislul hayawen dunal baqori’fahuwel henzi wel henjir
    wassalam………………!

    • Assalamualaikum..pada dasarnya makrifat harus bersendikan ilmu yang lainnya khususnya syareat termasuk fiqh, sehingga tidak bisa berdiri sendiri. Lebih jauh lagi makrifat bermuara pada penampilan ahlaq sebagaimana dicontohkan Nabi Saw yang bersikap biasa tidak sebaliknya bersikap takabur karena sudah merasa dekat dengan Tuhan sehingga meniadakan shalat. Islam seseorang tetap dilihat dari shalatnya. Demikian terima kasih atas perhatiannya
      Wassalamualaikum wr.wb.

  2. uztadz…ada ungkapan seperti ini “hakekat tanpa syareat hampa, syareat tanpa hakekat nol”.
    bagaimana menurut uztadz atas ungkapan itu?

      • berarti pemahaman kita harus meningkat dong, syareat ke tarekat ke hakekat sampai ke makrifat,kalau cuma stag di syareat saja percuma

  3. Betul sekali, Dalam masing-masing tingkat itulah Allah memberikan hidayah pemahaman kepada setiap orang yang tentunya berbeda antara yang satu dengan lainnya bergantung pada iman dan ketakwaannya. Dalam tingkat syareat saja seseorang sudah dapat memahami keluasan dan kelengkapan ilmu Allah dalam mengatur kehidupan manusia agar selalu dijalan selamat.

  4. Pada tingkatan ini (ma’rifat) …diri sudah merasakan kehadiran, pertemuan (Mulaqiyah, Muhadharah, Muwajahah) dengan Allah SWT.
    Ustadz bisa jelaskan maksud pertemuan dengn Allah SWT ini… ?

    • waalaikum salam…pertemuan ini jelasnya berdimensi rohani…bukan dimensi fisik sekali lagi…manusia hanya ciptaan dan objek Allah…perbuatan Allah SWT jualah yg dapat menjadikan seseorang yg berdimensi rohani tsb sehingga dpt mengalami hal demikian….wallahu a’lam

  5. AnAssalamualaikum.
    Pak ustad.
    Saya mau tanya
    Didalam diri kita ada jasad dan ruh.
    Apakah amalan sholat dapat mempertanggung jawabkan jasad dan roh kita

  6. Walaikum salam …shalat adalah ibadah perpaduan antara aktivitas jasad dan ruh. Shalat dengan aktivitas jasad dengan dipandu dengan aktivitas ruh yang mendapat bimbingan Allah SWT akan melahirkan shalat yang khusyu. Dalam kaitan shalat seseorang, segala hasil perbuatan yang keluar dari aktivitas jasad dan ruh ini yang akan ditanya atau dipertanggung jawabkan dihadapan Allah. Shalat adalah amal yang pertama kali di pertanggung jawabkan sebelum amal-amal shaleh lainnya.
    Wallahu a’lam

    • waalaikum salam …terima kasih atas pertanyaannya, silahkan antum lihat tulisan saya yang berjudul memahami kesadaran ilahiyah dan rububiyah sebagai dasar tauhid

  7. keseluruhan tsb(syariat,tarekat,hakekat,makrifat) belum lengkap tanpa tauhid.
    keseluruhannya baru disebut TOSSAWUF..

    • walaikum salam.. Pemahaman mengenai hal ini harus melalui proses dan kontinue dilakukan dengan terlebih dahulu memantafkan aqidah dalam kaitannya hubungan kita sebagai hamba kepada Allah…kedua adalah cermat dalam melihat potret kehidupan kita sendiri dengan memiliki kesadaran bahwa kehidupan yang dijalani adalah qudrat dan iradat Allah sehingga kita dapat memetik hikmah dibalik segala kejadiannnya. Dengan kata lain dari pengetahuan ilmu syariat yang dimiliki dapat dinaikkan ke tingkat hakekat dengan terlebih dahulu mengetahui tarekat yaitu suatu jalan untuk mendapatkan hakekat tersebut. Bila hakekat ditemukan dan telah disadari dengan mantaf, seseorang itu kan mendapatkan makrifat yakni suatu nikmat iman yang tiada bertara dari seseorang yang mengaku dirinya taqwa. Demikian semoga manfaat. Wassalamualaikum wr.wb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s