Hubungan usia dengan kematangan seseorang

orang-laki-baca-quran-di-masjid

Dewasa dan matangnya seseorang tidak bisa diukur hanya dari umur. banyak orang yang masih muda tetapi dapat berpikir dewasa, namun ada juga sebaliknya umur tua tetapi pemikirannya masih seperti anak-anak. Ada beberapa faktor untuk mengukur kedewasaan seseorang, paling tidak 3 hal:

1. Umur, sebagaimana disebutkan diatas.

2. Pandangan atau falsafah hidupnya, termasuk kelapangan hati dan keluasan ilmunya

3. Tanggung jawabnya terhadap keluarga. Dengan berkeluarga seseorang tidak saja mampu memimpin diri sendiri tetapi juga kepada orang lain istri dan anak-anaknya. Dengan kata lain seseorang yang sudah berkeluarga akan dapat teruji tanggung jawab dan kepemimpinannya terhadap diri dan keluarganya.

Dengan demikian dapat dikatakan orang yang belum menempuh jenjang rumah tangga dengan segala dinamika didalamnya belum dikatakan dewasa secara penuh walau umur sudah memenuhi dan falsafah hidupnya tinggi sekalipun. Dalam hadis disampaikan yang garis besarnya menyatakan bahwa orang yang menikah telah mengikuti sunnah Nabi Saw.

Keutamaan menikah seperti diriwayatkan  Aisyah ra, berkata: bahwa Nabi Saw bersabda:

Menikah adalah sunnahku. Siapa yang tidak mengamalkan sunnahku, ia bukan termasuk ummatku. Menikahlah karena aku akan senang atas jumlah besar kalian di hadapan umat-umat lain. Siapa yang telah memiliki kesanggupan, menikahlah. Jika tidak, berpuasalah karena puasa itu bisa menjadi kendali” (HR  Ibn Majah).

Wallahiu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s