Al Quran bacaan menyenangkan dan tidak menyusahkan

alquran bacaan menyenangkan

Membaca dan menghafal Al Quran adalah menyenangkan dan tidak menyusahkan. Menyenangkan dalam artian saat ini banyak metoda dan cara membaca, menghafal al Quran yang efektif dan digemari.
Al Quran juga jauh dari menyusahkan atau dengan kata lain mudah, dengan banyaknya orang yang berusaha menguasai al Quran dan menjadikan hatinya senang dikala membaca dan menghafalnya.

Menurut Riwayat Tirmidzi bahwa mudah dalam bahasa arab yusrun adalah salah satu nama surga, karena segala kemudahan ada disana dan kesulitan dalam bahasa arab ‘usrun adalah nama salah satu nama neraka, karena segala kesulitan ada disana.

Kemudahan terkait huruf dan tanda baca

Al Quran awal bentuknya adalah arab gundul (tanpa titik dan garis) yang hanya orang arab saja yang mudah membacanya. Kemudahan membaca Al Quran saat ini adalah berkat proses penyempurnaan yang dilakukan pada masa sahabat dan Ijma Ulama dengan membubuhkan titik dan garis sebagai tanda baca (fathah, kasroh, dhammah, sukun ) pada setiap huruf pada Al Quran sehingga mudah bagi orang selain arab untuk membacanya.

Begitu juga dalam tanda-tanda lingkaran bulat sebagai pemisah ayat, nomor-nomor ayat, tanda waqaf (berhenti), tanda ibtida (memulai membaca) serta informasi terkait nama surat dan pengelompokan surat terkait makkiyah apa madaniyah, lalu tanda hitungan juz sehingga semakin mudah Al Quran untuk dibaca dibanding awalnya sekali..

Kemudahan terkait pembacaan (Qiroat)

Begitu juga dalam hal pembacaan atau Qiraat. Pada awalnya pembacaan Al Quran hanya diperkenankan 1 qiraat. Namun karena keperdulian Nabi Saw akan kondisi umatnya yang sangat majemuk, maka tawar menawar terjadi terkait qiraat tersebut. Hingga akhirnya dari tawar menawar itu diperkenankan 7 qiraat dalam membaca Al Quran sesuai hadist berikut:

Dari Ubay bin Ka’ab ra. bahwasanya Rasulullah saw. berada di Bani Ghifar, datanglah Jibril as. berkata : “Sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar menyuruh engkau untuk membacakan Al Qur’an kepada umatmu atas satu huruf (Qira’at). Beliau bersabda : “Aku memohon kepada Allah akan maaf dan ampunan-Nya, karena sesungguhnya umatku tidak mampu atas yang demikian itu”.

Jibril datang yang kedua kalinya dan berkata : “Sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar menyuruh engkau agar membacakan Al Qur’an kepada umatmu atas dua huruf (Qira’at)”. Beliau bersabda : “Aku mohon kepada Allah akan ma’af dan ampunan-Nya, karena sungguh umatku tidak mampu atas yang demikian itu”.

Kemudian Jibril datang pada beliau untuk yang ketiga kalinya, lalu berkata : “Sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memerintahkan engkau untuk membacakan Al Qur’an kepada umatmu atas tiga huruf (Qira’at). Beliau bersabda : “Sesungguhnya umatku tidak mampu atas yang demikian itu”.

Kemudian Jibril datang kepada beliau yang keempat kalinya, lalu ia berkata : “Sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memerintahkan engkau untuk membacakan Al Qur’an kepada umatmu atas tujuh huruf (Qira’ah), huruf (Qira’ah) manapun (dari tujuh itu) yang mereka baca maka mereka telah betul”. (Hadits ditakhrij oleh An Nasa’i.)

Karunia kemudahan yang diberikan Allah dalam semua ibadah

Sifat yang mudah dan menyenangkan dalam membaca Al Quran tidak lepas sifat dari semua ibadah yang diberikan kepada hambanya.

Firman Allah: “Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu”. dan Firman Allah yg lain: : “Tidaklah Kami menurunkan Al Quran ini agar kamu menderita (Thaha: 2). Hal tersebut juga senada dengan Firman Allah : Karena itu bacalah apa yang mudah dari Al Quran (Al Muzammil : 20) .

Al Quran yang diberikan kepada orang mukmin yang mau membacanya juga telah membuat kecemburuan dari para malaikat pada saat bacaan Al Quran pertama kali diperdengarkan.

Nabi Saw bersabda: Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala membaca surat Thaha dan Yasin dua ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi. Ketika para malaikat mendengarkan bacaan al Quran ini mereka berkata: Alangkah bahagianya umat yang kepadanya diturunkan Al Quran ini. Alangkah bahagianya perut (rongga) yang membawa al Quran ini. Alangkah bahagianya mengucapkan Al Quran ini.”(HR Ad Darimi).

Inilah salah satu mukjizat Alquran yang membuat ia mudah dibaca, dihafal, keindahan sastra Alquran mampu merangkum keluasan makna dengan kalimat singkat dan lugas hingga mudah diucapkan, dipahami dan dihafalkan. Tidak satu pun kitab atau buku di dunia yang paling banyak dihafal manusia selain Alquran. Milyaran manusia telah menghafalnya sejak diturunkan. Inilah sebuah mukjizat abadi yang terus berkelanjutan hingga akhir zaman.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s