Beda panggung sandiwara orang beriman dan tiada beriman

panggung sandiwara

Tuhan memiliki rencana besar atas penciptaan manusia dan media tempat manusia berada yaitu dunia.  Dunia menjadi semacam panggung sandiwara atau teater besar.Semua yang diciptakan didunia melekat peran setiap diri yaitu fungsi dan tujuannya masing-masing, termasuk diri manusia.

Dunia Ibarat panggung sandiwara tidak lain karena sang sutradara memberi peran kepada diri untuk mengenali siapa diri yang sesungguhnya. barang siapa yang mengenali jati dirinya sebagai pemain maka dia akan mengenal TuhanNya sebagai sutradara dirinya. Siapa diri dan siapa Tuhan serta bagaimana peran diri sudah tertera sangat jelas dalam Al Quran dan Assunah.

Bila pemain adalah orang mukmin sudah tentu segala gerak gerik dirinya akan berpedoman pada petunjukNya dan takut kepada Allah bila melakukan peran yang diluar perintahNya. Orang mukmin akan berhati-hati dalam berbuat sesuatu dengan mengutamakan perbuatannya hanya yang bernilai amal sholeh. Hubungannya perannya antara orang beriman dan orang lain diluar golongannya akan terjalin indah karena pedoman Al Quran dan Assunah yang bermuara pada ahlaqul karimah. .

Sementara panggung yang dimainkan orang yang tiada beriman atau musyrik, sudah tentu lebih seru, karena setiap pemain, gerak geriknya bebas menuruti  kemauan dan hawa nafsunya. Mereka membuat sendiri perannya dan aturan mainnya sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan diri dan kelompoknya.

Mereka akan selalu berebut, bersaing dan selalu berharap pujian, penghormatan, termasuk cari perhatian  dari orang lain. Terhadap yang lain mereka meniupkan iri hati dengki dan fitnah kepada orang lain. Kawan bagi mereka adalah yang memiliki kepentingan yang sama, bila berbeda akan dianggap lawan, sekalipun itu anggota keluarga atau saudara sekalipun.

Terkait dengan gerak-gerik mereka, panggung hiburan orang musyrik ini akan penuh lelucon, gelak dan tawa bagi penonton yang menyaksikan. Perhatian penonton sangat diharapkan mereka, karena mereka akan puas bila banyak penonton, sebaliknya kecewa bila sedikit penonton.

Bila kecewa, mereka akan gusar, penasaran dan galau, serta mengumpat pada orang lain yang tidak mau menonton sandiwara hidupnya. Akibat dari ini adalah orang yang tidak pernah berbuat salah padanya juga akan ikut dibenci dan dimusuhi. Kira-kira begitulah peran dan gerak gerik seorang musyrik dalam panggung sandiwara hidupnya.(Maghfirotul Qulub 2)

Karena itu menjadi benarlah bahwa tiap-tiap diri sesungguhnya adalah PEMAIN dari Rencana Besar Tuhan, pahami skenario dan mainkan peran sebaik-baiknya adalah cara terbaik agar selalu dapat diikutkan dalam Rencana Besar Tuhan tersebut dalam panggung sandiwara dunia ini. Jadi dunia ini sudah penuh sandiwara,  karena itu menjadi tidak perlulah untuk diri bersandiwara-sandiwaraan dalam hidup yang sudah repot ini.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s