inilah 4 rahasia ketidaktenangan dan ketidaktentraman orang munafik

wajah1_000

Orang beriman seperti diuraikan pada post-post  terdahulu adalah selalu merasa dirinya terawasi, sehingga menjadi orang yang tidak sembarangan, teliti dan berhati-hati dalam berbuat sesuatu.

Dalam perbuatannya selalu dipenuhi keyakinan dan percaya diri, karenanya gerak-geriknya jauh dari sifat ragu-ragu karena selalu didasari petunjuk hidup yang sudah terang dan nyata yaitu  Al Quran dan Assunah.

Karena itu sifat yang jelas dari orang beriman adalah mereka  akan menjadi orang yang tenang dan tenteram karena selalu mampu bertanggungjawab atas perbuatan yang dilakukannya.

Berbeda halnya dengan orang kafir, mereka adalah golongan yang jelas posisi sikap hidupnya, karena tidak akan mengakui petunjuk Allah SWT, melainkan berbuat segala sesuatu atas pedoman dan petunjuk diri sendiri atau atas dasar pendapat orang lain.

Di bawah ini adalah rahasia ketidak tenangan dan ketidaktentraman orang munafik:

1.Tiadanya petunjuk hidup yang jelas

Sementara itu orang Munafik adalah orang yang paling tidak jelas sikap hidupnya. Karenanya golongan ini adalah yang paling merugi diantara 2 golongan diatas, tidak akan mendapat apa-apa baik kebaikan dunia dan akhirat. Gerak gerik hidup orang munafik nampak dari tiadanya ketenangan dan ketentraman hatinya karena kadang-kadang enggan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

2. Tiadanya keyakinan diri dalam menjalani hidup

Mengapa demikian?, penyebabnya adalah belum haqqul yakin dirinya, karena dirinya masih didominasi subyektifitas dirinya sendiri. Mereka akan menjadi orang yang selalu dipenuhi dilema dan kegalauan dalam hidupnya. Orang munafik akan selau berusaha menawar kebenaran yang datang untuk ditukarkan dengan kepentingan dirinya yang aslinya dirinya tahu kalau itu bersifat fana (rusak).

3. Selalu diliputi keraguan

Keraguan dirinya yang muncul adalah akibat perang batin antara hati iman yang mengajak kebenaran dengan nafsu-nafsu yang ada pada dirinya. Karena ini tidak jarang mereka terjerumus dalam jurang kehancuran dengan mendustakan kebenaran berupa ayat-ayat Allah SWT.

4.Senang memperjual belikan ayat-ayat Allah

Selanjutnya adalah memperjualbelikan ayat dengan harga yang sangat murah yaitu dengan harta dunia, enggan menafkahkan hartanya, padahal dia tahu kalau itu ada harta orang lain. Mereka hendak menipu Allah dengan memperjual belikan ayat-ayat itu,  padahal aslinya merekalah menipu diri mereka sendiri.

Firman Allah : Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.(Al Baqarah : 9)

Kesadarannya baru muncul biasanya bila sudah tertimpa musibah, disitulah dia akan mengingat Tuhannya.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s