Penyesalan karena menunda sedekah di bulan Muharram

Penulis mengucapkan selamat Tahun Baru Islam 1435 H.  Ini ada satu kisah mengenai pahala bersedekah di bulan Muharram. Kisahnya adalah sebagai berikut:

Pada 1 Muharram, datang seorang pengemis kepada Qadhi (hakim), berkatalah ia : “Saya orang miskin dan menanggung keluarga yang banyak, datang kepadamu mengharap belas kasihan. Demi kemuliaan muharram berilah aku sepuluh roti, sepuluh potong daging dan uang 2 dirham untuk mengenyangkan keluarga dan anak-anakku, semoga Allah membalas kebaikanmu”

Sang Qadhi kemudian berjanji untuk memberikan selepas dhuhur. Pengemis datang, namun kemudian Qadhi menjanjikan pada Ashar.  Pengemis dengan sabar datang kembali pada ashar walau dia tahu keluarganya sudah tidak sanggup lagi menahan rasa lapar.

Sekali lagi Qadhi berkata: ” iya nanti pada waktu maghrib, kamu datang lagi”. Pada waktu maghrib pengemis menagih janjinya dan Qadhi berkata: “Aku tidak memiliki apapun untuk aku berian kepadamu”.

Setelah tahu si Qadhi nyata tidak menepati janji, hancurlah hatinya, bagaimana ia harus menjawab kepada keluarga dan anak-anaknya. Dia berjalan dan menangis dan bertemulah ia dengan seorang nasrani.

” Kenapa engkau menangis? ” tanya nasrani. “Jangan tanya keadaanku?” . ” Demi Tuhan mohon beritahukan padaku apa yang terjadi padamu?. Maka pengemis menceritakan kisahnya. Nasrani bertanya: ” Hari ini hari apa menurut agamamu?. Hari ini adalah 1 muharram dan dia menjelaskan banyak keberkahan pada bulan itu.

Mendengar penjelasan pengemis itu, Nasrani itu luluh dan kemudian memberikan kepada pengemis melebihi apa yang dimintanya kepada Qadhi. Katanya: ” Ambillah ini untukmu, dan aku akan menanggung keluargamu setiap bulan, demi memuliakan hari ini, hari yang diagungkan Allah”.

Setelah itu pulanglah si pengemis dengan hati riang gembira membawa makanan hasil pemberian Nasrani. Dirumah pengemis dan anak-anak berdoa : ” Ya Allah berilah kebahagian dengan segera kepada orang yang telah memberi kebahagian ini kepada kami”.

Malam hari, ketika Qadhi sedang tidur, dia mendengar suara yang ditujukan kepadanya, ” angkatlah kepalamu”, lalu  dilihatnya 2 buah bangunan megah terbuat dari emas dan perak.

Qadhi bertanya: ” Tuhan untuk siapakah bangunan itu? ” Maka dijawab : ” Bangunan itu untukmu, apabila kamu memenuhi permintaan pengemis itu. Kamu telah menyia-nyiakannya dan bangunan itu kini milik Nasrani”.

Qadhi bangun dengan  kecewa dan menemui Nasrani: “Juallah padaku kebaikan yang kamu lakukan pada malam 1 muharram dengan harga seratus ribu dirham?”. Si Nasrani menjawab: ” Aku tidak akan menjualnya walaupun dunia ini dipenuhi emas sekalipun, saksikanlah, mulai saat ini aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.

Allah akhirnya telah menutup akhir hidup Nasrani dengan kebaikan dan mematikannya dalam keadaan beriman.

Wallahu a’lam

2 thoughts on “Penyesalan karena menunda sedekah di bulan Muharram

    • Silahkan baca tulisan 10 muharramhttps://perkarahati.wordpress.com/2013/11/14/makna-10-muharram/ pada intinya bulan muharram itu baik untuk apa saja yang terkait ibadah seperti sedekah, berdzikir maupun berpuasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s