Tuhan menyukai amal yang sedikit namun konsisten

Mendapatkan ilmu dalam Islam adalah sederhana, tidak seperti gambaran orang mencari ilmu (ngelmu) yang harus mengasingkan diri dan bersusah payah menempuh berbagai rintangan dulu untuk mendapatkan ilmu. Salah satu tuntunan yang diajarkan Rasulullah adalah amalkanlah ilmu walaupun sedikit namun berkesinambungan.

Sabda Nabi Saw:…dan ketahuilah bahwa tidaklah amal seseorang itu akan menjadikannya masuk syurga, dan bahwa sebaik-baiknya amal dihadapan Allah adalah yang berkesinambungan walaupun sedikit (HR Bukhari)

Setiap diri harus dapat membiasakan untuk memulai mengerjakan amal baik walaupun sedikit namun disertai dengan ikhlash. Amalan sedikit dengan disertai ikhlash akan sangat bernilai di mata Allah daripada amalan besar namun tidak ditujukan kepada Allah.

Sabda Nabi : Ikhlaskan amalmu dan itu sudah mencukupi untukmu amalan yang sedikit asal dilakukan dengan Ikhlash.

Ali bin Abi Thalib juga mengatakan : Janganlah kamu prihatin karena sedikitnya amalan, tetapi yang harus diprihatinkan itu ialah apakah amalan itu dapat diterima Allah.

Selain mengusahankan ikhlash adalah dapat dilakukan secara bertahap sehingga berkesinambungan. Dengan demikian amalan sedikit yang berkesinambungan tsb bila terbiasa akan menjadi kebiasaan atau sifat. Sesuatu amal perbuatan yang sudah menjadi kebiasaan akhirnya sudah tentu akan mudah untuk dilakukan.

Tuhan juga sangat memahami kekuatan manusia dalam beribadah dan prinsipnya tidak ingin memberatkan. Sedikit demi sedikit mengamalkan mensyiratkan upaya untuk menyesuaikan kadar kemampuan tiap diri dengan amal perbuatan yang dilakukan. Ada suatu ungkapan bahwa suatu langkah besar tidak mungkin dapat tercapai kecuali diawali melalui langkah yang kecil.

Firman Allah: Masing-masing diri memiliki kadar sendiri-sendiri (At-Thalaq : 3)

Rasululullah Saw juga tidak menghendaki seseorang melakukan suatu ibadah yang melampaui batas kekuatannya seperti puasa setiap hari dengan menyarankan untuk berpuasa seperti nabi daud yaitu sehari puasa sehari tidak. Keserasian ibadah dengan kadar kekuatan seseorang sangat diperhatikan dalam Islam.

Sabda Nabi Saw: ” Wahai manusia, lakukanlah amalan sesuai dengan apa yang kalian mampu lakukan, maka sesungguhnya Allah tiada merasa bosan hingga kalian merasa bosan, dan sesungguhnya pekerjaan yang paling dicintai Allah adalah yang berkesinambungan walaupun sedikit.(HR Bukhari)

Wallahu a’lam

One thought on “Tuhan menyukai amal yang sedikit namun konsisten

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s