Iffah (tiada bergantung), arti dan keutamaannya

Iffah adalah sendi atau fondasi seseorang bermakrifat yaitu tiada bergantung kepada makhluk. Ketergantungan kepada makhluk membawa berapa kondisi sebagaimana diungkapkan Ali Bin Abi Thalib sebagai berikut:

Dari Ali Bin Abi Thalib berkata :

  • Berilah hadiah sesukamu kepada siapa saja niscaya engkau menjadi rajanya
  • Minta-mintalah jika engkau mau kepada siapa saja niscaya engkau menjadi budaknya.
  • Merasa cukuplah dengan apa yang diperoleh dan yang telah dimiliki tanpa meminta-minta kepada siapapun, niscaya kau akan menjadi orang yang mandiri dan  sederajat dengannya, itulah yang dimaksud dengan Iffah.

Konsekuensi serupa juga disampaikan dalam hadsit bahwa siapa yang mencintai atau cenderung kepada sesuatu, maka dia akan menjadi tawanan atau budaknya. Karena itu menjadi logis bila seorang mukmin pribadinya merdeka dan mandiri dalam pergaulannya dengan sesama.

Karena itu seorang yang memiliki kondisi Iffah akan mudah menggantungkan sesuatunya hanya kepada Allah yang disertai keyakinan bahwa rezeki Allah amatlah luas dan setiap makhluk telah dijaminNya.

Sikap Iffah dalam artian mandiri tidak menggantungkan hidupnya kepada orang lain adalah suatu bentuk sikap qonaah. Sikap qonaah adalah lawan dari cinta harta atau tamak. Balasan orang qonaah tiada lain adalah kemuliaan, sementara ketamakan adalah kehinaan.

Sabda Nabi : “Wahai Muhammad, kehormatan seorang mukmin terletak pada shalat malam dan kemuliaannya terletak pada ketidakbergantungannya pada manusia” (HR. Hakim)

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s