Jodoh: yang baik pastilah bertemu yang baik

Ketetapan Allah bahwa yang baik akan bertemu dengan yang baik, berlaku dalam hal jodoh, ketetapanNya jelas semua orang berjodoh, namun baik atau tidaknya jodoh tergantung ikhtiar seseorang.

Orang baik pasti berjodohkan yang baik yang jelek berjodohkan yang jelek. Perkara seorang yang baik mendapatkan yang jelek atau sebaliknya adalah kembali pada sportifitas dirinya bagaimana posisi iman saat pertemuannya. Karena iman itu sendiri memang dapat turun naik.

Firman Allah : Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin.(Annur:4)

Firman Allah : Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).(Annur : 26)

Karena itu dalam mendapatkan jodoh terbaik, yang laki-laki baik bertemu wanita sholihah dan wanita baik bertemu laki-laki sholeh, tiada lain upayanya adalah berproses dirilah menjadi baik, Insya Allah Tuhan akan mempertemukan dengan jodoh yang baik.

Karena itu Jangan berharap mendapatkan baik, sekiranya diri juga belum berubah atau beranjak baik, karena itu hanya lamunan dan angan-angan.

Yakinlah bagi yang belum berjodoh bahwa jodoh itu ada dan sudah diatur, sekiranya belum bertemu, bisa jadi diri kitalah mungkin yang susah diatur. Jodoh itu sesuatu yang indah, maka bersabarlah karena sesuatu akan nyata indah bila telah tiba masanya, tanpa ada paksaan.

Wallahu a’lam

2 thoughts on “Jodoh: yang baik pastilah bertemu yang baik

  1. assalamualaikum ustadz,,ana mau tanya…jika keterangan antum diatas,,bagaimana kondisi nabi nuh dan nabi luth yang istrinya membangkang ?mohon pencerahannya,syukron ikhwan

    • waalaikum salam…Tulisan itu tidaklah mengarah pada generalisasi yang absolut namun tetap berpegang pada janji Allah bahwa Allah membalas yang baik dengan yang baik pula. Tulisan lebih mengarah pada upaya memotivasi diri.
      Dalam hal contoh Nabi Nuh As dan Nabi Luth As itu adalah bukti kekuasaan Allah yang maha berkehendak bahwa istri termasuk anak adalah Ujian. Dan hanya seseorang yang memiliki kapasitas iman dan ketakwaan setara nabi itulah yang dapat melaluinya. Dengan kata lain seseorang tidak sekapasitas sebagaimana 2 Nabi itu, tentu akan bagaimana jadinya bila beristrikan wanita dengan perangai membangkang serupa itu.
      Demikian Wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s