Al Quran itu Ilmiah

quran-and-science

Al Quran diturunkan 1500 tahun yang lalu, secara perlahan terkuak ilmunya seiring dengan peningkatan ilmu pengetahuan teknologi manusia dalam berinovasi, khususnya dalam mengamati apa dan kejadian yang terjadi di langit,  bumi, seisinya. Banyak kalangan ilmuwan yang memisahkan antara ilmu pengetahuan dan Al Quran yang awalnya tidak sejalan akhirnya memahami dan sadar kalau Al Quran adalah sumber dari segala sumber ilmu. 

Dengan kemajuan teknologi (komputer) dan matematik, susunan Al Quran yang teratur dengan jumlah 30 Juz, 114 surat, 5236 ayat, 51.900 kata dan 1.027.000 huruf telah  menimbulkan ketakjuban bahwa kitab ini memang bukan dari makhluk tetapi memang ada di sisi Tuhan yang terjaga dan dijaga. Beberapa contohnya adalah:

 

  • Keajaiban angka 19. seperti : Bismillah yang mengawali semua surat terdiri dari 19 huruf, Jumlah surat 114 merupakan kelipatan 19 dan Angka 19 menggambarkan angka 1 sebagai awal dan 9 sebagai akhir, sebagai konsep awalin dan akhirin segala sesuatunya. Keajaiban angka 19 ini diungkap oleh ilmuwan Rusia.
  • Huruf terbanyak adalah Alif 48.740, Lam 33.922 dan Mim 28.922.  Alif lam mim adalah ayat pembuka surat al Baqarah, Ali Imran, Arrum, Assajadah, Luqman, Al ankabut. Begitupula ketakjuban dalam mencari halaman untuk setiap juz dalam Al Quran.  Sebagai contoh Jika kita ingin mengetahui jus 5 dihalaman berapa maka 5 – 1 = 4 lalu kalikan bilangan itu dengan 2 menjadi 4×2= 8 . Berikutnya letakkan angka 2 setelah jawaban itu sehingga menjadi 82. Dengan demikian juz 5 ada di halam 82.  Contoh berikutnya jus 23 dimana surat Yasin berada, kurangilan jus itu dengan 1 menjadi 23-1=22 kemudian dikalikan 2 menjadi 22×4 = 44 lalu letakkan 2 setelah jawaban menjadi 442. jadi jus 23 terdapat pada halaman 442
  • Ada makna keseimbangan untuk hal yang baik dan buruk : Kata dunya disebut 115 kali dan akhirat juga 115 kali, Kata maksiat dan turunannya disebut 75 kali dan kata syukur disebutkan 75 kali, Al hayat (hidup) 145 kali dan Al Maut (mati) 145 kali.
  • Diketahuinya jumlah hari, bulan dan jam berdasarkan jumlah huruf Al Quran yaitu :Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk tunggal disebutkan sebanyak 365 kali, sebanyak jumlah hari pada tahun Syamsyiyyah.  Kata “Syahr” ( bulan) sebanyak 12 kali, sama dg jumlah Bulan dalam satu Tahun. Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk plural (jamak)sebanyak 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu Bulan.Kata “Sab’u” (minggu) disebutkan 7 kali, samadengan jumlah hari dalam satu minggu. Jumlah “ saah” (jam) yang didahului dengan ‘harf’sebanyak 24 kali, sama dengan jumlah jam dalam satu hari.
  • Sebagai tuntunan untuk ibadah dalam bilangan shalat. Kata “Sujud” disebutkan 34 kali, sama dengan jumlah 2 kali sujud dalam 17 raka’at shalat 5 waktu, Kata “Shalawat” disebutkan 5 kali, sama dengan jumlah solat wajib sehari semalam. Kata “Aqimu” yang diikuti kata “Shalat” sebanyak 17 kali, sama dengan jumlah Raka’at Sholat fardhu/ wajib.

 

Beberapa penemuan ilmiah lainnya yang ditemukan yang itu berasal dari Al Quran adalah :

 

1.    Proses kejadian manusia yang diuraikan secara jelas urutannya, sedemikian detail padahal belum ditemukan teknologi USG. Firman Allah : Bukankah dia dahulu setetes  mani    yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya,lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki-laki dan perempuan. (Al Qiyamah : 37-39).

 

2.    Ilmu tentang manusia  ini berkembang dalam ilmu kesehatan,  bahwa dalam Islam kesehatan seseorang bukanlah menyangkut ganti mengganti organ fisik semata, termasuk didalamnya ada hal yang penting yaitu jiwa (non Fisik). Islam mengajarkan bukan pada akibat saja namun sebab atau akar / sumber suatu penyakit adalah unsur penting untuk mendapatkan pola pengobatan Islam secara total.

 

3. Al Quran menjabarkan perihal alam semesta dan benda-benda langit dengan jelas. Diketahuinya kecepatan cahaya yang diperoleh ilmuwan dari mengukur kedudukan orbit matahari, bulan dan bumi yang sering diuraikan dalam Al Quran (Surat Yunus : 5, Surat Al Anbiya 33 dan Surat Assajadah: 5).


4.    Sumbangan ilmu Al Quran sangat jelas melalui ilmu Falaq atau astronomi dan ilmu terkait benda benda langit lainnya.  Begitu juga penemuan terakhir alam semesta yang menyatakan bahwa bentuknya alam semesta adalah menyerupai trompet. Ilmuwan masih belum mengetahui dimana batas dan ujung alam semesata itu.

 

5.    Dalam mikrokosmos juga diakui sumbangan Al Quran dalam menentukan partikel terkecil yaitu dzarah (Atom) yang dapat dibagi bagi lagi menjadi unsur yang paling mikro. Diakui pula bahwa ilmu hitung berkembang sangat pesat setelah ditemukan angka nol melalui sebuah titik dalam angka arab, sehingga hitungan menjadi lebih mudah dibanding penggunaan angka  romawi.

 

6.    Digambarkan beberapa daerah diibumi, yang akhirnya ditemukan melalui gambaran adanya wilayah yang tersebut dalam Al Quran.  Al Quran menyebutkan suatu wilayah  tropis yang makmur dan mempunyai kekayaan alam yang luar biasa, termasuk keanekaragaman flora dan faunanya. Banyak pihak menyatakan karakteristik itu sesuai dengan negara tropis termasuk Indonesia, padahal alam pada masa turunnya al Quran gambarannya seperti di arab.

 

7.    Dalam suatu ayat Al Quran disebutkan bahwa Jasad Fir’aun sengaja oleh Allah ditemukan, sehingga dapat disaksikan keberadaannya, sebagai pelajaran bagi manusia bahwa kisah Nabi Musa As dengan Firaun itu nyata bukan hanya dongeng. Firman Allah : Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.

 

8.    Masih terkait Fir’aun, Pyramid dan cara pembuatannya juga secara lengkap dijelaskan dan sudah dikaji secara ilmiah bahwa  batu yang digunakan untuk membuat piramid adalah dari tanah liat yang dipanaskan sehingga membentuk batuan keras yang sukar dibedakan dengan batu asalnya. Firman Allah : “Dan berkata Fir’aun: ‘Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui Tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah Hai Haman untukku TANAH LIAT kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa Dia dari orang-orang pendusta.” (Al-Qasas: 38).

Wallahu ‘alam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s