Cara agar tobat diterima Allah

Tuhan menyukai hambanya yang mau dan suka bertobat. Firman Allah dalam Hadis Qudsi:  Hai hambaKu kamu semua banyak berbuat salah sepanjang siang sepanjang malam, Akulah yang memberi ampunan atas dosa-dosa itu semua, kecuali syirik, maka mintalah ampun kepadaKu. Aku akan mengampunimu (HR Muslim, Ibnu Hibban dan Hakim).

Secara singkat tobat harus memenuhi beberapa hal atau rangkaian amalan atau perbuatan untuk dapat menghapusnya sebagai berikut :

  1.  Menyesal dengan mengucapkan astaghfirullah, memohon ampun kepada Allah SWT.
  2. Sebaiknya tidak hanya menyesal namun dapat mengambil pelajaran dari dosa yang dikerjakan.

  3. Diniatkan sungguh sungguh agar tidak mengulangi lagi atau tiada keinginan untuk  melakukan  perbuatan tersebut kembali.
  4. Akan lebih baik lagi bila dilanjutkan dengan berwudhu,  Lantas melaksanakan shalat sunat tobat dan pada sujud akhir berucap untuk tidak lagi mengulangi kesalahan itu.

1. Mengucapkan Istighfar denagn kesungguhan

Penjelasan cara yang pertama dengan mengucapkan tobat adalah pada Sabda Nabi:

Barang siapa membaca Astaghfirullahadzim La ilaha Illa huwal hayyul qoyumu wa atubu illaihi Aku mohon ampun kepada Allah, tak ada Tuhan selainNya, lagi berdiri sendiri dan aku bertobat kepadaNya tiga kali niscaya diampunilah segala dosa-dosanya (H R At Tarmidzi).

Hadis itu menyebutkan pengucapan tobat dilakukan berulang-ulang paling tidak 3 kali untuk menunjukkan niatnya yang sungguh kepada Allah dalam bertobat sebagaimana dicontohkan

Sabda Nabi : Wahai Tuhanku, ampunilah aku, ampunilah aku, ampunilah aku (HR An Nasai).

Ada baiknya juga memperhatikan waktu dan terbaik karena tobat layaknya adalah doa. Tempat terbaik adalah di mesjid atau majelis ilmu, waktu terbaik pada sepertiga malam, didalam shalat dan sesudah shalat, lalu pada saat permulaan wudhu, pertengahan dan akhir wudhu. 

2. Mengerti akan kesalahan dan mengambil hikmahnya

Cara kedua ini penting agar setiap diri mengambil hikmah dan pelajaran atas kesalahan yang diperbuatnya.  Memahami dan menyadari dosa yang diperbuatnya, sehingga mengerti bahwa kesalahan yang dibuatnya itu sesungguhnya adalah perbuatan yang merugikan dirinya.

Orang yang berilmu akan mau belajar dari kesalahan yang dilakukannya sehingga dirinya  tidak akan terjerumus pada lubang yang sama.

Sabda Nabi : Orang yang berakal adalah orang yang tidak terjerumus pada 2 lubang (kesalahan atau dosa) yang sama.

3. Berjanji untuk tidak mengulangi kembali perbuatan salahnya

Cara yang ketiga ini adalah  yang paling sulit, karena diri cenderung mudah mengucapkan namun sulit menjaga janji untuk tidak mengulanginya. Orang yang menyesal dan tidak mengulangi lagi adalah termasuk kategori sebenar-benarnya tobat (taubatan nasuha).

Wallahu A’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s