Perpecahan Islam isu yang tidak lekang oleh zaman

Islam adalah ajaran yang diridhoi oleh Allah dan adanya pengakuan ini harus diyakini Islam adalah agama yang benar dan tiada keraguan untuk diikuti. Namun kenyataan antara Islam sebagai ajaran nyatanya tidak selalu sejalan dengan keadaan umat atau pemeluk agama tersebut. Umat Islam masih banyak ketertinggalan dibanding umat lainnya dan masih terlihat suka ribut / konflik antar sesamanya.

Walaupun demikian, harus diakui bahwa statistik pemeluk Islam dari tahun ketahun semakin meningkat, tidak hanya dari segi jumlah, namun penyebarannya sangat luar biasa, bersinggungan dengan pemeluk agama lain yang sudah dominan. Kemajuan-kemajuan yang dicapai tersebut, sudah tentu menimbulkan kecemburuan /kedengkian pihak lain. Ada ungkapan sebaik apapun diri kita pasti menyisakan musuh yang dapat juga diibaratkan dengan keadaan umat islam saat ini menjadi sebaik apapun umat islam pasti menyisakan musuh yaitu orang atau kelompok lain yang berusaha menghambat atau tidak terima umat Islam itu terus maju.

Dalam kaitan ini saya tertarik dengan upaya orang atau pihak lain yang berusaha menahan laju berkembangnya Islam dengan Isu perpecahan. Melalui isu ini, saya hanya mau memberikan perspektif lain yang lebih positif dalam mensikapi keadaan umat Islam saat ini. Melalui isu ini pihak musuh mampu mempengaruhi orang atau sebagian kelompok dalam umat Islam yang meyakini bahwa umat Islam terpecah belah.

Hal Ini membahayakan karena terkait kepercayaan diri. Kepercayaan diri umat Islam akan tergerus karena selalu dipersepsikan bahwa Islam itu dalam keadaan pecah belah. Karena apapun yang kita persepsikan biasanya malah kejadian, Padahal faktanya tidaklah selalu demikian kondisi umat Islam adalah lebih baik bila dibanding golongan atau umat lain. Jadi rasanya aneh bila dikatakan umat Islam selalu berada dalam ambang perpecahan.

Modus perpecahan selalu dihembuskan musuh yang tidak menyukai umat Islam bersatu melalui pengelompokan aliran atau golongan  dan sudah terjadi ratusan tahun yang lalu. Saya tidak akan menyebut tokoh-tokoh yang berhasil membuat isu perpecahan ini baik di Indonesia maupun yang di tanah Arab. Tokoh-tokoh atau musuh Islam itu diyakini bukanlah dari orang yang tidak mengerti ajaran Islam, namun malah sebaliknya sebagai orang yang sangat paham dengan Islam.

Namun demikian, sepanjang umat Islam dalam beberapa hal masih meyakini bahwa Islam sebagai  agama yang diridhoi Allah, kesadaran bahwa sesama muslim adalah saudara, shalatnya yang  masih tertuju pada satu kiblat, solidaritas dan kerukunan yang selalu ditunjukkan Umat Islam dalam ibadah Haji setiap tahunnya, tidaklah hal ini perlu ditanggapi berlebihan.

Kelemahan Umat Islam adalah antara lain pada sistem organisasinya. Sebagaimana ungkapan : Kumpulan orang-orang yang jahat namun memiliki organisasi yang baik dan rapi akan mengalahkan kumpulan orang-orang baik namun memiliki organisasi yang jelek dan tidak rapi/amburadul. Karena itu janganlah terpancing pernyataan serupa itu yang menjadikan akhirnya umat Islam sendiri yang mendholimi agamanya”.

Cerminan sebagai barisan, teratur dan seperti bangunan yang kokoh dalam surat Assaf : 4  adalah persatuan Islam yang merujuk pada organisasi. (1)  Begitu pula umatnya agar berpegang pada tali Allah, jangan bercerai berai, merujuk pada persatuan/Ukhuwah. (2)

Karena itu ingatlah pada janji Allah untuk akan selalu memberi pertolongan dan kedudukan yang baik, agar setiap diri atau kelompok mau untuk terus memajukan agama Islam. (3) Dan karena itu tegakkan terus Ukhuwah Islamiyah dan tingkatkan kewaspadaan pada isu perpecahan serta bersiap-siaplah diri menyongsong akhir zaman.

Pada akhir zaman umat islam akan menjadi tidak teratur dan terpecah belah dan pada saat itu umat Islam sendiri tidak konsisten dengan ajarannya dan bahkan menjadi malu untuk mengakui bahwa dia memeluk agama itu. Inilah yang kemudian disebut agama Islam menjadi asing sesuai hadis Nabi Saw (4). Bila dilihat penggalan hadist itu memang demikian,  Islam telah berada pada akhir zaman dan akan kembali seperti masa masa jahiliah dulu. Namun baca lanjutannya Rasulullah memberikan motivasi dengan beruntunglah orang yang terasing itu sebagai pedoman bagaimana seorang mukmin bersikap pada akhir zaman itu.

Wallahu ‘alam bishowab

  1. Firman Allah : Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.(Assaf : 4)
  2. Firman Allah :Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.(Ali Imran : 103)
  3. Sesuai Firman Allah : Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu (Muhammad : 7)
  4. Sabda Nabi saw  : Islam itu muncul dalam keadaan asing maka ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasing (H R Muslim)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s