Tidak jaminan keluarga nabi mengikuti jalan ke syurga

Firman Allah: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (Attahrim : 6)

Dalam hal ini tanggung jawab mendidik dan mengarahkan keluarga yaitu Istri dan anak-anak  agar sholeh dan sholihah adalah tanggung jawab kepala keluarga. Tanggung jawab ini memang berat bila melihat pada kisah-kisah nabi, dimana seorang nabi sekalipun, ternyata tidak mampu mengajak keluarganya berada dijalan Allah.  sebagaimana dicontohkan melalui kisah pada surat Attahrim selanjutnya:

Dalam surat itu tidak selalu jadi jaminan keluarga yaitu  istri atau anak dari seorang Nabi, akan otomatis mengikuti dirinya mendapatkan surga, contohnya istri nabi Luth dan Nabi Nuh termasuk anaknya. Namun tidak selamanya istri dari seorang yang sangat jahat secara otomatis mengikuti masuk neraka, contohnya adalah Asiyah Binti Muzahim sebagai ibu angkat Nabi Musa, yang tetap terjaga aqidahnya walau bersuamikan Fir’aun.

Firman Allah : Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah;

dan dikatakan (kepada keduanya): “Masuklah ke dalam jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)”. Dan Allah membuat isteri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim. (Attahrim 10-11).

Dalam kisah nabi, Ayah nabi Ibrahim As, walaupun sebagai sosok yang dekat dirinya, tidak menjadi jaminan bila ayah Ibrahim mendapat pertolongan Allah. Saat menjadi Nabi, Ibrahim memang mengutamakan Ayahnya terlebih dahulu sebagai orang pertama sasaran da’wahnya. Namun kemudian ayahnya menantangnya dan tetap pada pendiriannya untuk menyembah berhala. Nabi Ibrahimpun, walaupun sangat mencintai ayahnya, sekali-kali  tidak mampu menolong ayahnya untuk mendapatkan ampun dari Allah akibat perbuatan syriknya itu.

Keluarga nabi Muhammad saw keluarga dekatnya juga tidak luput dari hal itu. Syafaatnya tidak bisa membantu pamannya Abu Thalib terkait dosa syiriknya kepada Allah, padahal beliau tahu besar jasa pamannya itu dan sangat menyayanginya.

Ada riwayat pula yang menyatakan bahwa Fatimah azzahra, walau dia putri atau turunan langsung Nabi saw, tidak pula otomatis lolos dari perhitungan Allah. Fatiman Azzahra akan diberlakukan sama dengan hamba lainnya yaitu  amalnyalah yang akan diperhitungkan, bukan karena nasabnya itu.

Dikisahkan bahwa Fatimah Azzahra putri Nabi saw disaat wafat. Ia diusung oleh 4 orang yaitu suaminya, 2 anaknya Hasan dan Husain dan Abu Dzar Al Ghifari. Ketika sampai dibibir makam, jenazah lalu diletakkan dan Al Ghifari berkata: Hai kubur, tahukan jenazah siap yang kami kuburkan, dia adalah Fatimah Azzahra putri nabi saw, istri Ali bin Abi Thalib, ibunda Hasan dan Husain.

Maka dari dalam makam keluar suara: ” Aku bukanlah tempat bagi orang yang berkedudukan atau poisi tinggi dan juga bernasab mulia, tetapi aku hanyalah tempat amal yang shaleh dan tidak bakal selamat dari siksaku kecuali orang yang banyak amalnya, bersih hatinya serta murni amalnya karena Allah (Misykatul Anwar pada kitab Duratun Nasihin).

Wallahu ‘alam bis showab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s