Memahami posisi takut dan harap didalam hati

takut dan harap

Orang beriman harus memiliki 2 hal ini yaitu takut kepada Allah dan selalu berharap akan rahmat Allah kepadanya. Keduanya, takut dan harap harus ada dalam setiap hati orang beriman.  Takut kepada Allah akan menggiring orang beriman untuk menaati perintah dan menjauhi laranganNya. Takut akan menjadi cambuk Allah kepada seseorang untuk selalu melakukan hal demikian kepada Allah.

Imam Gazali menyatakan : Takut merupakan cambuk Allah. Dengan cambuk ini, digiringlah hamba-hambaNya untuk selau tekun pada ilmu dan amal. Dengan ilmu amal, supaya mereka mendapat derajat di sisi Allah.

Orang beriman meyakini takut kepada Allah akan adalah untuk memanfaatan dirinya,  karena Allah akan memuliakan dirinya. Bila sebaliknya dirinya akan dijauhkan dari kemuliaan sehingga menjadi dihinakan.  Senada dengan itu  Abu Sulaiman berpendapat : Jika sikap takut telah tertanam,  maka kemulian seseorang akan terangkat. Jika rasa takut diabaikan, maka kemulian seseorang menjadi jauh.

Disamping takut, orang beriman memiliki harap.  Perwujudan harap adalah dengan sikap yang selalu berpengharapan baik kepada Allah dan dan meyakinia bahwa Rahmat Allah lebih banyak dari murkaNya. Hal ini akan mendorong orang beriman memiliki kepercayaan diri, tidak mudah putus asa, sehingga selalu memiliki  semangat (optimisme) untuk selalu berikhtiar. Firman Allah : Janganlah kamu berputus asa dari mengharap rahmat Allah (QS Azzumar: 53)

Dengan demikian sebagai seorang beriman takut dan harap harus dapat terkumpul dihatinya, selalu bercampur didalamnya. Mengenai mana yang banyak atau yang sedikit diantara keduanya Imam Gazali memberikan nasehatnya bahwa posisi keduanya di hati orang beriman harus mengambil posisi ditengah, yaitu antara takut dan harap.

Imam Gazali kemudian menggambarkan bagaimana posisi antara harap dan takut itu seharusnya berada di hati orang yang beriman yaitu: “Takut dan harap itu bagai dua sisi mata uang. Didalam hati manusia, terutama orang beriman takut dan harap selalu ada. Bergantung mana yang lebih kuat. Jika harap yang lebih kuat, maka ia dapat mengalahkan hati dan akan rusaklah hati. Karena itu takut di dalam hati harus lebih kuat.

Wallaahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s