Pegangan hidup sederhana seorang Hamka

hamka dan keluarga

Dalam buku Ayahku, dikisahkan Hamka dalam hidupnya selalu sarat perjuangan. Pegangan Hamka dalam perjuangan hidup tersebut ternyata sederhana yaitu pertama, niat karena Allah, kedua nasi sebungkuih dan ketiga, tinju gadang ciek. Artinya:

  • Niat karena Allah harus diyakini, sehingga diri tidak terombang ambing dengan niat yang lain.
  • Sebungkuih nasi, Kegiatan apapun yang kita lakukan, jangan melupakan kesiapan logistik, sekecil apapun bentuknya, walau hanya sebungkus nasi. Dan yang terakhir
  • Tinju yang besar satu, jangan pernah merasa takut, gentar, mudah menyerah. Harus tegas dan tidak ragu-ragu dalam mengambil keputusan dan berpikir jernih. Semua itu diibaratkan dengan sebuah tinju yang besar.

Petuah dan pegangan Hamka ini masih relevan bila dikaitkan sebagai pedoman bahwa orang harus selalu meluruskan niat, menjalankan kehidupan semata karena Allah, tidak terkecuali bagi para pejabat publik, agar tidak menyimpang.

Ketika kekuasaan telah diamahkan oleh rakyat. Logistik yang diperoleh berupa fasilitas pejabat publik juga saat ini luar biasa, namun produk pelayanan kepada rakyat sangat minim. Soal kepercayaan diri, juga bermasalah, banyak pejabat publik yang takut dan gentar menghadapi sesuatu yang benar dan berjuang demi rakyat.

Rindu rasanya pada kehadiran tokoh-tokoh dan ulama-ulama yang berjuang tulus demi keadilan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s