Prinsip dasar dalam mendidik anak

anak

Tiap2 diri anak berlaku rencana Tuhan…..tidak ada kuasa orang tua atas rencana anak tsb apalagi memaksakan kehendak….melainkan memberi nama yang baik, mencukupi kebutuhannya, mengajari ilmu, memberi teladan, mengarahkan dan mendoakan agar anak selamat dan mencapai apa yg dicita-citakannya.

Prinsip dasar dalam mendidik anak adalah sebagai berikut :

1. Anak sebagai rezeki

Al Quran mengajarkan bahwa anak adalah anugerah sesuai surat Al Kahfi,

Allah berfirman : Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (Al Kahfi : 46).

Sebagai perhisan tentunya anak akan menjadi  menyenangkan dalam pandangan orang tuanya.

2. Anak sebagai Takdir

Anak-anakmu terlahir bukan karena pilihanmu, mereka menjadi anak-anakmu, bukan karena keinginan mereka, tetapi karena takdir Allah (QS 28:68)

Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia).(Al Qashash:68)

3. Anak sebagi amanah

Karena apa yang  Allah takdirkan untukmu, maka itulah amanah yang harus ditunaikan (QS 8 :27-28) dan surat Annisa (4:9)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. (Al Anfal:27-28)

Allah berfirman :  Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.(Annisa:9)

4. Tugas menjadikan anak shaleh

Karena itu tugas orang tua hanyalah mendidik anak. Mendidik dalam hal apakah? Terdapat hadis yang menerangkan mengenai pendidikan anak sebagai berikut:

Nabi Saw bersabda : Didiklah anak-anakmu pada 3 perkara yaitu mencintai nabimu, mencintai ahli baitnya dan membaca Al Quran (HR Athabrani)

Namun demikian, Allah tidak mewajibkanmu membentuk anak-anakmu mahir dalam segala hal, tetapi Allah mewajibkan membentuk anak-anak yang shaleh terbebas dari api neraka.  (QS 66:6 dan QS 46:15)

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.

Jangan berharap kebaikan dari anak-anakmu, bila tidak mendidik mereka menjadi anak-anak yang shaleh. (QS 17:24)

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.

Janganlah menginginkan anak-anakmu sebagai anak yang sholeh sebelum engkau menjadi sholeh terlebih dahulu (QS 61:2)

Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?

5. Didik anak sesuai fitrah

Janganlah engkau menuntut hakmu atas anak-anakmu, sampai engkau memenuhi hak-Allah atasmu (QS 2:83, QS 4:36)

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,

6. Didik anak sesuai zamannya

Tiap-tiap diri anak juga hidup dengan zaman yang berbeda dengan zaman yang dilalui  orang tuanya. Gap dapat terjadi karena perbedaan zaman yang dilalui yang kadang menimbulkan masalah hubungan orang tua dan anak. Perlu kesiapan orang tua untuk memahami ini, sehingga tidak memaksakan anak diberlakukan seperti zamannya.

Khalifah Umar berkata: Didiklah anak-anakmu itu berlainan dengan keadaan kamu sekarang, karena mereka telah dijadikan Tuhan untuk zaman yang bukan zamanmu.

7. Tiada henti dalam mendidik anak

Janganlah berhenti mendidik anak sampai kematian memisahkanmu (QS 15:99)

dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).

(dari Ustadz Wijayanto)

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s