Tiada yg berat bagi orang yang cinta pekerjaan

10-alasan-anda-harus-mencintai-pekerjaan

Khalifah Umar berkata:  Siapa yang gemar atau mencintai sesuatu, maka dia akan dikenal sebagai ahlinya (Ahli dibidang atau sesuatu yang menjadi kegemaran dan kecintaannya)

Prilaku dan etos kerja seseorang mukmin dalam bekerja adalah tercermin dalam bagaimana kualitas ibadahnya. Hal itu secara jelas diurai dalam post terdahulu “tertib seorang mukmin dalam urusan adalah tercermin dari tertib ibadahnya.

Dalam firman Allah disebutkan bahwa shalat tiada berat kecuali bagi orang yang khusyuk. Makna seperti ibadah shalat itu ternyata juga dapat termanifestasi dalam urusan atau pekerjaan seorang mukmin. 

Nah disinilah kaitannya dengan pekerjaan atau urusan. Bila dikaji intinya sama saja antara ibadah dan pekerjaan, yaitu ada unsur seseorang itu cinta pada 2 hal itu. Menurut Ust Yusuf Mansyur menyatakan, agar pekerjaan dapat dilakukan dengan mudah dan enteng maka hadirkanlah keikhlasan dan kesabaran, pasti semua akan berjalan indah. Beliau mencontohkan ketekunan dan kegigihan seorang ibu dalam merawat anaknya, yang didasari adanya 2 hal itu.[1]

Bila dikaitkan dengan cinta Allah kepada hambaNya, maka dapat dipahami, tiada berat bagi Allah mengurus keperluan semua makhlukNya terkait merawat, menjaga dan melindungi manusia dengan seluruh ciptaanNya di alam semesta, karena semua dilakukan dengan sifatnya yang maha rahman dan maha rahim.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa berat dan tidaknya pekerjaan itu dilakukan adalah didasarkan pada seberapa besar kecintaan dan keikhlasannya terhadap pekerjaan itu. Karena itu tiada yang berat bagi orang yang mencintai pekerjaan.

Dibawah ini adalah beberapa hal yang melandasi seseorang mencintai pekerjaannya adalah :

1. Adanya niat dan kehadiran hati

Dalam melakukan pekerjaan juga harus disertai niat dan kehadiran hati sehingga dalam pekerjaannya  dapat total serta fokus dan selalu diberi kemudahan oleh Allah. Refleksinya, pekerjaan akan dilakukan dengan baik, selalu hati-hati, memenuhi prosedur, efisien, percaya diri dan tidak ragu-ragu dalam mengambil keputusan dan dapat dipertanggung jawabkan segala sesuatunya.

2. Pekerjaan sabagi proses berat diawal namun mudah akhirnya

Pekerjaan juga seperti ibadah,  berat pada awalnya, namun setelah dilakukan berulang-ulang akan menjadi kebiasaan atau menjadi  hafal dan akhirnya akan menjadi tidak berat dengan sendirinya .

3. Pekerjaan yang bernilai baik akan mendapat dukungan Allah

Pekerjaan / urusan yang diperoleh secara baik, harus disyukuri dan diyakini sebagai amanat yang harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Tuhan memberikan buah atas segala sesuatunya yang dilakukan dengan sungguh-sungguh. (1).

4. Pekerjaan sebagai amanat

Pekerjaan sebagai amanat hendaknya dilaksanakan dengan nikmat serta suka cita yang akan mendorong Mulhimah sehingga dicintai teman dan lingkungannya dan selalu penuh ide atau ilham sehingga selalu mampu berinovasi. Dorongan Mulhimah adalah seperti falsafah air diterjemahkan dengan sifat-sifat air seperti selalu rendah hati dan tendah diri hanya kepada Allah, mudah berempati kepada sesama dan saling bantu, mudah menyesuaikan dan besar belas kasihnya.

5. Kodrat seorang mukmin untuk bekerja

Pekerjaan adalah sumber rezeki bagi orang mukmin, karenanya seorang mukmin akan serius dan bekerja keras,  mengeluarkan seluruh upayanya dan kemampuannya sehingga tidak mudah untuk melimpahkan pekerjaan dan tanggung jawabnya kepada orang lain.(2)

6. Bekerja adalah bentuk jihad

Pekerjaan / urusan akan bernilai ibadah jika diniatkan kepada hal yang diperintahkan Allah, begitu pula tujuan pekerjaan adalah untuk hal yang baik seperti:  bekerja untuk menghidupi keluarga, membantu sesama dan masyarakat termasuk untuk memajukan negara. Dalam beberapa hadis disebutkan bekerja untuk menghidupi keluarga adalah bentuk jihad. (3).

Wallahu a’lam

  1. Diambil dari kitab Kun Fayakun Ust. Yusuf Mansyur
  2. Nabi Saw bersabda: Bekerjalah engkau untuk kepentingan duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya, dan bekerjalah engkau untuk kepentingan akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok’. Beberapa ulama menganggap ini bukan hadis hanya ungkapan saja.
  3. Sabda Nabi  Saw: Sesungguhnya sebagus-bagus sesuatu yang dimakan oleh seseorang ialah apa yang didapatkan dari hasil kerjanya.(HR Tirmizi).
  4. Sabda Nabi Saw: Allah menjamin rezeki dilangit dan di bumi untuk hambanya yang menjadikan tujuan hidupnya dalam bekerja hanya satu yaitu ibadah (H.R Ibnu Hiban)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s