pahala

Tidak ada Nabi yang begitu sangat perduli terhadap umatnya kecuali Muhammad Saw.

Bahkan dikala Rasulullah menjelang wafat yang disebut-sebutnya adalah umatnya. Untuk kepentingan umatnya tersebut, Rasululullah bahkan pernah tawar menawar dengan Allah,  paling tidak dalam 2 hal yaitu soal pahala kebaikan dan perintah shalat dari 50 kali  menjadi 5 kali sehari semalam.

Dalam hal tawar menawar pahala kebaikan ada kisah dibawah ini yang diambil dari kitab Al Mawaidh Al Ushfuriyah sebagai berikut:

Dikisahkan Abdullah bin Umar bahwa Nabi Bersabda:”Ketika turun ayat: “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya (al Zalzalah: 7).

Maka aku berkata kepada Allah: “Itu terlalu sedikit buat umatku, wahai Tuhanku”. Kemudian Allah menjawab : “Kalau begitu Kujadikan tiap satu kebaikan menjadi dua kebaikan”.

Firman Allah : Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka, mereka nafkahkan.(Al Qasas: 54)

Nabi berkata: “Bahwa dua kali lipat masih sedikit untuk pahala kebaikan umatku, wahai Tuhanku”.

Tuhan berfirman : Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).(Al anam: 160)

Nabi berkata: “Ini juga masih sedikit wahai Tuhanku”. Lalu Allah menjawab.: Akan Aku lipat gandakan menjadi 700 kali lipat sesuai firmanNya:

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.(Albaqarah: 261).

Nabi berkata: “Tambahkan lagi, wahai Tuhanku”. Allah menjawab: Bahwa balasan kebaikan adalah tanpa batas sesuai Firmannya :

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.  (Azzumar 10).

Begitulah upaya Rasulullah terhadap umatnya kepada Tuhan agar umatnya yang berbuat baik mendapat pahala yang besar dan berlipat ganda.  Besarnya pahala berbuat kebaikan juga diungkapkan lewat perumpamaan gunung sebagai perbandingannya.

Nabi bersabda : “Barang siapa bersedekah satu kurma, kelak pada hari kiamat akan mendapatkan pahala sebesar gunung dalam perbandingannya“.

Wallahu a’lam

Advertisements