Bentuk penjagaan malaikat kepada orang beriman

malaikat penjaga langit

Malaikat dapat memberikan penjagaan kepada orang-orang beriman sebagaimana yang Allah perintahkan. Perintah Allah kepada Malikat terkait pada pada pendirian dan keteguhan iman mereka kepada Allah. Malaikat itupun akan suka cita membantu dan menghibur dengan menyatakan agar orang beriman janganlah takut dan bersedih, karena janji Allah akan surgaNya adalah nyata.

Firman Allah : Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.(Al Fushilat 30-31)

Karena itu orang beriman dalam kehidupan dunia dan akhirat serta kala berperang akan selalu mendapat syafaat dan penjagaan dari malaikat yang datang dari langit, sebaliknya orang yang tiada beriman tidak akan mendapat kekuatan malaikat itu. Pengertian perang tidak harus seperti yang kita liat, peperangan yang paling besar sejatinya adalah mengendalikan hawa nafsu dalam diri.

Sebaliknya orang yang tiada beriman, mereka tidak akan mendapat penjagaan malaikat seperti halnya kepada orang beriman. Orang tiada beriman sangat mengandalkan kekuatan dan pimpinan hawa nafsunya semata. Mereka sangat sombong dengan hal ini, sehingga tidaklah memerlukan penjagaan malaikat.

Dikiranya dengan kekuatan dan hawa nafsu yang dimilikinya dapat menguasai segalanya di muka bumi ini. Tidak jarang kesombongannya diikuti dengan penghinaan mereka terhadap manusia bahkan kepada malaikat. Malaikat yang seharusnya dapat memberikan syafaat kepadanya telah berani dihinakan dengan menamakan malaikat itu dengan nama perempuan.

Firman Allah: “Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafa’at mereka sedikitpun tidak berguna, kecuali sesudah Allah mengijinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya). Sesungguhnya orang-orang yang tiada beriman kepada kehidupan akhirat, mereka benar-benar menamakan malaikat itu dengan nama perempuan.

Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuanpun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran” (Annajm 26-28).

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s