Makna cinta dan benci karena Allah

CINTA1

Nabi Saw bersabda : Amal yang paling utama ialah cinta karena Allah dan benci juga karena Allah.

Hadist itu dapat menunjuk pada sikap yang harus dilakukan dalam hubungan sesama mukmin dan hubungan yang paling cocok adalah mengacu pada persaudaraan atau persahabatan.

Saudara disini bukanlah dalam pengertian masih sedarah atau dalam kekerabatan, dapat juga orang lain yang diluar itu, namun  memiliki ikatan persaudaraan atas kesamaan iman dan taqwa kepada Allah SWT.

Firman Allah : Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.(Alhujurat: 10)

Persahabatan yang dibangun semata karena Allah, kedua pihak harus siap untuk menjadi sasaran cinta dan benci.  Sahabat yang senang atau mencintai dirinya akan memposisikan diri sebagai saudaranya yang selalu hadir  baik suka maupun duka,

Siap membantu kesulitan dan bahkan berkorban baginya. Keduanya merasakan kemanfaatan dimana masing-masing pihak merasakan adanya ketenangan dan ketentraman yang dirasakan masing-masing.

Ali Bin abi Thalib menyatakan bahwa sebenar-benarnya saudara adalah orang yang ada disampingmu. Ia suka menerjunkan dirinya sendiri dalam bahaya demi untuk kemanfaatanmu.

Sementara seorang sahabat yang membenci dirinya akan memposisikan dirinya kadang dapat bersikap seperti musuh yang mengawasi dirinya, siap untuk menentang berani mengkritik, berani berkata benar dan jujur, memarahi, mendiamkan dan menjauhi sementara,  dalam halnya sahabatnya itu melakukan larangan-larangan Allah.

Sheikh abdul Kadir Jailani berkata: Jika terdapat dihatimu perasaan cinta kepada seseorang, maka telitilah perbuatannya itu berdasarkan Al Quran dan hadist. Begitu juga saat membenci seseorang maka letakkan pula Al Quran dan hadist sebagai dasarnya. Bergembiralah karena jalan Allah dan rasulNya yang dipilih.

Jika tidak berdasarkan pada 2 hal itu, yakinlah bahwa kamu telah mengikuti hawa nafsumu. Bila demikian, bahwa kamu tidak dapat berlaku adil dan menentang Allah dan Rasul Saw. Karena itu hendaknya kamu menyesuaikan dirimu dengan kehendak Allah dalam mengasihi dan menyayangi orang lain.

Persahabatan yang dibangun atas dasar cinta dan benci yang demikian akan melahirkan sikap adanya saling sayang menyayangi.  Kekekalan persahabatan juga kerap ditunjukkan melalui saling kunjung dan bahkan berziarah ke kuburnya bila salah satunya telah mendahului. Persahabatan demikian menempati level yang tertinggi dan bersifat kekal dibanding hubungan yang didasarkan pertemanan bahkan kekasih.

Itulah rahasianya mengapa persahabatan itu nilainya lebih tinggi dari seorang teman atau kekasih yang levelnya hanya sampai taraf senang atau  suka menyukai dan taraf menerima dan memberi saja.

Karena itu hubungan persahabatan dalam Islam ini sangat tinggi nilainya dan diakui perannya dalam mengokohkan bangunan Islam, karenanya terdapat pahala yang amat besar bagi yang mengamalkannya.

Sabda Nabi Saw: Sesungguhnya bagi Allah ada hamba hamba yang dihari kiamat dipersiapkan mimbar untuk mereka, mimbar-mimbar itu diduduki oleh mereka yang berpakaian dari nur/cahaya dan wajah merekapun bercahaya. Mereka bukan para nabi atau orang yang mati syahid, malahan para Nabi dan para sahabatpun iri kepada mereka.

Lalu para sahabat bertanya: Siapakah mereka itu ya Rasul. Jawab beliau : Merekalah orang-orang yang mencintai dan  menyayangi semata karena Allah, saling berkunjung semata karena Allah  dan saling bergaul juga semata karena Allah (HR Thabrani)

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s