Menjadi Fakir tidaklah harus meminta minta

pengemis

Melihat berita ditangkapnya seorang peminta-minta yang digerobaknya tersimpan Rp 25 juta, cukup mengagetkan betapa besar pendapatan seorang peminta-minta di ibukota.

Islam mengajarkan untuk tidak pernah putus asa dengan rahmatNya. Begitupula dikala diberi cobaan menjadi fakir . Tidak jarang jalan yang ditempuh untuk keluar dari kefakiran itu adalah dengan minta-minta dengan cara merendahkan dirinya agar dapat diberi sesuatu atau minta dikasihani orang lain.

Ketegaran ini menjadikan sikap orang fakir menjadi merdeka, memiliki harga diri bukan sebagai budak karena terdorong pemberian orang lain. Dalam hadis disebutkan bahwa seseorang yang bergantung dengan minta-minta, maka  badannya akan dibangkitkan hanya tengkorak tanpa daging.

Hilangnya kemandirian dan menjadi seperti budak disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib berkata: “Minta-mintalah jikalau engkau mau kepada siapa saja niscaya engkau menjadi budaknya”.

Namun demikian ada orang yang fakir yang dapat tegak dan punya percaya dirinya dengan orang lain bahkan kepada orang kaya sekalipun sehingga pantang baginya meminta minta. Inilah orang fakir yang terbaik di mata Allah. Sifat memelihara diri untuk tidak minta-minta itu disebut ‘Afaf dan itu adalah perhiasan dari kefakiran.

Orang yang tidak tahu, sikap ini akan dibilang sombong dan mengiranya sebagai orang kaya karena tidak mau meminta minta sesulit apapun kehidupan yang dijalaninya. Balasan Allah kepada orang serupa ini adalah Kemuliaan di sisiNya.

Sikap berusaha sendiri agar menghindari diri dari meminta-minta kepada orang lain adalah termasuk Fisabilillah sebagaimana Sabda Nabi : ….jikalau ia bekerja untuk dirinya sendiri agar tidak sampai meminta-minta pada orang lain, itupun adalah fisabiliLlah (H R Thabrani)

Dalam kaitan itu Ali Bin Thalib berkata : “Alangkah baiknya merendahnya orang kaya kepada orang miskin itu karena mengharap pahala di akhirat, tetapi lebih baik lagi adalah sikap tegaknya orang fakir terhadap terhadap orang kaya, karena penuh kepercayaannya kepada Allah SWT”.

Firman Allah: (Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.(Albaqarah:273).

Sabda nabi : Inilah tingkat kaum fakir yang terbaik, yang amat dicintai oleh Allah dari sekalian hambanya adalah orang yang fakir yang qoni’ dengan rezekinya (Sifat Qonaah yang puas dengan yang ada dan tidak meninggalkan ikhtiar, lagi rela menurut apa yang ditentukan oleh Allah (H.R Ibnu Majah).

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s