Wallahu

niat baik

Diriwayatkan kisah ini dari Abu Hurairah. Ada seseorang berjalan di sebuah padang yang luas tak berair, tiba tiba didengarnya suara dari langit kepada awan : “Siramilah kebun si Fulan”.

Maka awan itu menepi ketempat yang dimaksud langit dan mengguyurkan air di tanah berbatuan hitam. Airnya kemudian mengalir ke sebuah saluran air. Melihat itu lantas orang itu menelusuri kemana air itu mengalir, ternyata menuju  ke suatu kebun dan dia melihat  seseorang yg sedang bekerja giat di kebun itu.

Orang itu berkata: “Wahai hamba Allah, siapakah namamu?”. Dia menjawab : “Fulan”, sebuah nama yang didengarnya saat langit berkata pada awan. Fulan heran dan bertanya: “Mengapa engkau menanyakan namaku?” . Orang itu menjawab: “Saya mendengar suara dari langit kepada awan yang menyebutkan namamu, ternyata itu adalah engkau”. Lanjutnya: “Lantas apa yang telah kamu lakukan di kebun ini sehingga engkau mendapat perlakuan  seistimewa ini oleh langit dan awan? .

Si fulan kemudian menjawab : “Karena engkau sudah mengatakan ini, baiklah saya ceritakan bahwa saya telah meniatkan untuk membagi hasil kebun ini menjadi tiga bagian. Sepertiganya saya akan sedekahkan, sepertiganya lagi saya gunakan untuk makan bersama keluarga dan sepertiganya untuk kami kembalikan lagi kebun untuk  biaya menanammya kembali.

Wallahu a’lam

Advertisements