Bekerja: keutamaan dan hal-hal yang dianjurkan

doa

Imam Gazali dalam buku Mauidzatul Mukminin menyatakan, bahwa Islam sangat menganjurkan agar orang itu berusaha dan menjauhkan angan-angan sehingga bermalas-malasan.

Dan bagi orang yang telah gigih berusaha apa lagi telah mendapatkan pekerjaan yang tetap maka yang itu harus dilihat sebagai suatu kenikmatan. Karena berapa banyak orang yang kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Kenikmatan itu afdolnya harus dilengkapi kesyukuran dengan  cara selalu bersungguh sunguh dan melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya serta menyukuri apa-apa yang didapat dari hasil  pekerjaan itu untuk senantiasa dibelanjakan sesuai jalan Allah.

Dasar dan prinsip dalam bekerja

Dasar anjuran untuk  berusaha adalah merujuk pada 3 ayat pada Al Quran:

Firman Allah : “Dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan”,(Anaba 11). Firman Allah: “Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.”(al Araf 10)  Firman Allah : Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”.(Al Jumuah : 10)

Bekerja pada hakekatnya adalah ibadah karena itu harus memenuhi 4 hal sebagai berikut :

  1. Mempunyai ilmu sebelum memulai pekerjaan, sehingga pekerjaan yang dilakukan akan benar dan sempurna
  2. Menetapkan niat saat memulai pekerjaan, karena apa yang didapatkan adalah sesuai dengan yang diniatkan
  3. Sabar dalam bekerja sehingga tidak terburu-buru dan selalu diliputi ketenangan dalam bekerja.
  4. Ikhlash pada waktu selesai bekerja, apapun hasil yang didapat dari pekerjaannya.

Hal yang dianjurkan dalam bekerja

Dalam bekerja ada hal hal yang dianjurkan dan mendapat perhatian  yaitu:

1.  Bekerja dan berusaha yang sebaik-baiknya adalah dengan tangan atau hasil sendiri.

Bekerja adalah bentuk upaya untuk membentuk karakter mandiri tidak bergantung kepada orang lain. Lebih-lebih sikap itu harus ditumbuhkan terutama diri yang memang tidak memiliki warisan atau harta peninggalan, sehingga untuk mengatasinya tiada lain memang harus bekerja memenuhinya sendiri.

Inilah bentuk orang yang memiliki harga diri, pantang untuk meminta-minta, mandiri atau tidak mau mengantungkan kepada orang lain, walaupun miskin sekali. Balasan orang serupa ini tiada lain adalah adalah kemuliaan disisi Allah.

        Sabda nabi Saw : sesungguhnya apabila seorang diantara kamu mengambil tambang kemudian mencari kayu bakar dan diletakkan diatas punggungnya adalah lebih baik daripada ia mendatangi seseorang yang telah dikarunia Allah dengan keutamaanNya. Kemudian ia meminta kepada kawannya itu, adakalanya diberi, namun ada kalanya ditolak (Bukhari Muslim),

       Sabda Nabi Saw : “Pekerjaan yang terbaik adalah usaha seseorang dengan tangannya sendiri dan semua perjual belian yang dianggap baik (H.R. Ahmad Baihaqi) dan

      Sabda Nabi Saw “Sesungguhnya sebagus bagusnya sesuatu yang dimakan seseorang adalah apa yang didapatkan dari hasil kerjaNya (H R  Tirmidzi)

2. Bekerja dan berusaha untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan jauhi bekerja karena  pamer atau bermegah megahan

Hal in merujuk sebagaimana hadist dibawah ini.

Sabda Nabi : Janganlah kamu semua mengatakan demikian, sebab orang yang keluar dari rumah untuk bekerja guna mengusahakan kehdupan anaknya yang masih kecil, maka ia telah berusaha fisabilillah, jikalau ia bekerja itu untuk dirinya sendiri agar tidak sampai minta-minta pada orang lain itupun fisabilillah, tetapi apabila ia bekerja karena untuk pamer atau bermegah-megahan Fisabilil syaiton atau karena mengikuti jalan Syeiton.(Bukhari Muslim)

3. Bekerja dengan gigih dan bersungguh-sungguh adalah bentuk keluar dari kemalasan.

Kegigihan bekerja serupa ini banyak dicontohkan oleh sahabat-sahabat nabi, termasuk para wali dan ulama  yang berdagang menempuh daratan dan lautan sambil melakukan da’wah.  Namun adakalanya anjuran bekerja juga tidak diberikan kepada ulama terkait dengan tanggung jawabnya kepada umat dan masyarakat. Dengan bekerja dikhawatirkan tugas da’wahnya tidak dapat dipenuhi atau menjadi terganggu.

4. Hendaknya hasil  dari bekerja sebagian disedekahkan,

Banyak orang beranggapan dengan mengeluarkan sebagian harta yang didapat dari bekerja akan mengurangi kekayaan. Namun percayalah tidak ada orang yang miskin karena mengeluarkan harta demikian, malah sebaliknya Allah akan melimpahkan dan suka mengaruniakan amanat harta kepada hambaNya yang suka meminjamkan hartanya untuk berjuang dijalan Allah.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s