Dialog Nabi Saw dan Sahabat soal mangkuk, madu dan seutas rambut

mangkuk-yang-cantik

Allah SWT berfirman : SurgaKu itu lebih cantik dari mangkuk ini, Nikmat SurgaKu itu lebih manis daripada madu, dan jalan menuju surgaKu itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut.

Soal mangkuk madu dan sehelai rambut ini sebagaimana firman Allah diatas muncul dalam dialog Nabi Saw dan sahabat dikala bertamu kerumah Ali bin Abu Thalib. Kisahnya adalah sebagai berikut :

Suatu hari Rasulullah Saw dan sahabat-sahabatnya, yaitu Abu Bakar ra, Umar ra, dan Ustman ra bertamu kepada Ali Ra. Sesampainya dirumah Ali Ra, mereka mendapatkan hidangan dari Fatimah berupa madu yang dihidangkan dalam sebuah mangkuk cantik.

Ketika mangkuk berisi madu dihidangkan sehelai rambut jatuh ke dalam mangkuk. Melihat itu, kemudian Rasulullah Saw meminta semua sahabatnya membuat perumpamaan dengan itu yaitu mangkuk, madu dan sehelai rambut.

Abu Bakar ra berkata: Iman itu lebih cantik dari mangkuk itu, orang yang beriman itu lebih manis dari madu dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut”

Utsman ra berkata : Ilmu itu lebih cantik dari mangkuk ini, orang yang menuntut ilmu ini lebih manis dari madu, dan beramal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut.”

Umar ra.berkata : Kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk ini, seorang raja itu lebih manis dari madu itu, memerintah dengan adil itu adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

Ali ra berkata : Tamu itu lebih cantik dari mangkuk ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu, membuat tamu senang itu lebih susah dari meniti sehelai rambut

Fatimah berkata: Seorang wanita itu lebih cantik dari mangkuk ini, menjadi wanita shaleha itu lebih manis dari madu dan menjaga wanita tidak dilihat selain muhrimnya itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut.

Malaikat Jibril ikut serta mengatakan : Menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari mangkuk ini, menyerahkan diri, harta, waktu dan usaha di jalan agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan semuanya demi agama sampai akhir hayat itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut.

Rasulullah Saw bersabda: Seorang yang mendapat taufiq untuk beramal adalah lebih cantik dari mangkuk ini, beramal dengan amal yang baik adalah lebih manis dari madu ini, dan beramal dengan ikhlas itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut

Atas semua itu kemudian Allah SWT berfirman untuk menjawab semuanya itu sebagimana firmanNya  diatas.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s